• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Tapal Kuda

Pulang Umrah Pakai Jaket Banser, Saat di Bandara Luar Negeri Dikira Tentara

Pulang Umrah Pakai Jaket Banser, Saat di Bandara Luar Negeri Dikira Tentara
Gus Fahrur Rozi, mantan Ketua PC GP Ansor Lumajang saat umrah mengenakan jaket Banser. Foto: Istimewa
Gus Fahrur Rozi, mantan Ketua PC GP Ansor Lumajang saat umrah mengenakan jaket Banser. Foto: Istimewa

Lumajang, NU Online Jatim

Pengalaman unik dialami Gus Fahrur Rozi, mantan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lumajang saat menegenakan Jaket Banser. Saat dirinya hendak pulang ke tanah air usai melaksanakan ibadah umrah dirinya diperiksa seorang polisi bandara di Arab Saudi.


Gus Eros sapaan Gus Fahrus Rozi memang sengaja memakai jaket Banser yang sekilas mirip jaket tentara. Namun, saat dicegat usai pemeriksaan barang bawaan, polisi yang memeriksanya bukan bermaksud mengintrogasi atau memeriksa karena curiga.


"Polisi bandara kayaknya penasaran ke saya, dia tanya menggunakan bahasa Inggris, kamu polisi? saya jawab bukan, saya bukan polisi," cerita Gus Eros saat diwawancarai NU Online Jatim, Selasa (17/05/2022).


"Saya jelaskan NU ini besar sekali di Indonesia, dan kami penjaga kegiatan-kegiatannya. Yang lucu, logo Banser ini malah dipegang-pegang dikira saya orang militer betulan, sambil bilang ke teman temannya," lanjut pengasuh Pon Pes Ulul Albab Candipuro Lumajang ini.


Umrah yang dilakukan tahun ini terasa begitu istimewa menurut Gus Eros, baginya banyak perubahan-perubahan tampilan Arab Saudi yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. 


"Sekarang itu di sini, banyak cagar budaya bersejarah yang dilindungi. Bahkan jargon-jargon nasionalisme muali banyak bertebaran di jalan-jalan bahkan di gunung-gunung, seperti jargon jayalah tanah airku, yang pada tahun 2015 sebelumnya berbunyi tanah airku dihatiku," jelas Gus Eros.


Ia mengatakan, sebagai orang Indonesia tentunya hal itu semakin menambah rasa syukur dalam dirinya dan menambah kuat ajaran berbangsa dan bernegara yang diajarkan para pendiri NU.


"Padahal di Indonesia kita sudah puluhan tahun diajarkan hubbul wathon minal iman," tandasnya.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru