• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 2 Oktober 2022

Tapal Kuda

Santri hingga Pejabat Banyuwangi Ngaji di Smart Santri selama Ramadlan

Santri hingga Pejabat Banyuwangi Ngaji di Smart Santri selama Ramadlan
Ilustrasi mengkaji kitab kuning. (Foto: Antara)
Ilustrasi mengkaji kitab kuning. (Foto: Antara)

Banyuwangi, NU Online Jatim

Kajian agama melalui program Smart Santri digelar di Kabupaten Banyuwangi selama bulan suci Ramadlan 1442 Hijriyah. Santri, masyarakat umum, aparatur sipil Negara (ASN), hingga pejabat bergabung dalam pengajian tersebut. Digelar secara hybrid, Termasuk Bupati Banyuwangi Ipuk Fiesriandani Azwar Anas.

 

“Inovasi ini mungkin satu-satunya. Pemkab bikin pengajian online bagi santri dan masyarakat, yang juga diikuti para ASN. Jadi tidak ada alasan lagi ASN dan kita semua tidak sempat mengaji karena sibuk. Sekarang sudah dibuatkan pengajian online oleh pemerintah sehingga bisa disimak dari mana saja. Insyaallah pahalanya sama,” kata Pengasuh Pesantren Darussalam KH Muhammad Faizin saat menjadi tuan rumah Smart Santri, dikutip dari Beritajatim.com, Jumat (16/04/2021).

 

Di gelaran ketiga kalinya ini, Smart Santri digelar di Pondok Pesantren Darussalam, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru. Smart Santri digelar secara regular, dua kali dalam sebulan yang digelar setiap Rabu malam. Berpindah dari satu pesantren ke pesantren yang lain dengan melibatkan kiai-kiai di Banyuwangi untuk mengisi tausiah.

 

Kiai Faizin sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, Smart Santri merupakan bentuk tanggung jawab seorang pemimpin untuk memperkuat keruhanian warganya. Apalagi, kitab kuning merupakan tradisi masyarakat Indonesia. Kitab Kuning identik dengan pola pendidikan agama Islam di pondok pesantren yang merupakan kitab klasik yang ditulis beberapa abad yang lalu.

 

“Kitab kuning itu merupakan tradisi pondok pesantren. Banyak ilmu, sejarah, dan hal positif lainnya yang kita dapat dari membaca kitab kuning,” ujar Kiai Faizin.

 

Gelaran Smart Santri kali ini juga diisi dengan tausiah dari Kiai Iskandar Zulkarnain yang mengangkat tema Instrospeksi Diri dan Hikmah Ramadlan, merujuk pada kitab Kikmatu at-Tasyri’ wa Falsafatuhu karya Syaikh Ali Ahmad Al-Jurjawi.

 

Editor: Nur Faishal


Tapal Kuda Terbaru