• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 25 September 2022

Tapal Kuda

Wakil Rais NU Jatim Ingatkan Beredarnya Aliran Sesat di Probolinggo

Wakil Rais NU Jatim Ingatkan Beredarnya Aliran Sesat di Probolinggo
KH Mutawakkil Alallah mengingatkan agar NU hadir mendampingi ibadah warga. (Foto: NOJ/JP)
KH Mutawakkil Alallah mengingatkan agar NU hadir mendampingi ibadah warga. (Foto: NOJ/JP)

Probolinggo, NU Online Jatim

Wakil Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah mengingatkan para pengurus di berbagai tingkatan untuk peka dengan keadaan sekitar. Termasuk dalam menyikapi penyimpangan ibadah dan akidah yang kerap ada di masyarakat.

 

Penegasan tersebut disampaikan  Kiai Mutawakkil pada acara pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Ahad (8/11/2020). Karena terpantau adanya aliran sesat di kawasan Kecamatan Leces.

 

Menurutnya, dalam praktik aliran tersebut mengaku sebagai salah satu thariqah. Namun dalam kenyataan amaliah menyimpang dari ajaran yang semestinya dijaga dan dijunjung tinggi.

 

“Bahkan dalam praktiknya, laki-laki bisa kumpul dengan perempuan di dalam satu ruangan,” katanya.

 

Dikemukakan Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong tersebut bahwa berdasarkan laporan, aliran yang mengaku thariqah tersebut isinya tidak sama dengan yang diajarkan ulama.

 

“Wiridannya kumpul laki-laki dan perempuan, lampu harus mati dan tidak memakai baju. Dan ada seorang santri yang mengaku istrinya ikut thariqah ini, tapi tidak mau pulang, malah ikut dengan mursyidnya,” keluh Kiai Mutawakkil.

 

 

Oleh karena itu, alumnus Pesantren Lirboyo ini berharap agar NU setempat dapat memberikan pendampingan terhadap masyarakat. Terutama  agar masyarakat tidak terpengaruh terhadap aliran sesat yang ada. Lebih jauh diupayakan NU bisa meredam aliran sesat itu.

 

“PCNU harus hadir di tengah masyarakat dan memberikan pendampingan keagamaan. Jangan hanya hadir saat Pilkada saja,” harapnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua PCNU Kota Kraksaan yakni KH Shihabuddin Sholeh mengatakan, sudah mengetahui adanya aliran dimaksud, termasuk yang berada di Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris. Dirinya pun berjanji akan menindaklanjuti adanya aliran sesat itu.

 

 “Memang ada thariqah yang menyimpang di Pesawahan Tiris dan Leces, karena memang wiridannya remang-remang. Kumpul laki perempuan, padahal dalam Islam tidak boleh, apalagi ada telanjangnya. Dan kami akan kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia untuk menangani ini,” paparnya.

 

Sementara itu, Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo, Ustadz Yasin mengatakan, aliran itu memang sudah pernah masuk dalam ranah pengawasan. Namun, sebelum dilakukan tindakan, pihaknya telah mengalami kesulitan informasi.

 

“Sudah pernah kami bahas, tapi aliran ini memang sering berpindah-pindah tempat, akhirnya kami kehilangan jejak,” jelasnya.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru