• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Tokoh

Rahasia Hadratussyaikh Liburkan Pesantren Tebuireng Setiap Selasa

Rahasia Hadratussyaikh Liburkan Pesantren Tebuireng Setiap Selasa
Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy'ari. (Foto: NOJ/Alf)
Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy'ari. (Foto: NOJ/Alf)

Menjadi pendiri dan pengasuh pesantren tidak menjadikannya berpangku tangan. Baginya, kegiatan pendalaman keagamaan di pesantren harus jalan dengan diiringi roda ekonomi yang kuat.

 

Ada yang menarik di Pesantren Tebuireng saat diasuh KH M Hasyim Asy’ari. Tokoh yang akrab disapa hadratussyaikh ini meliburkan kegiatan mengaji pada hari Selasa karena memiliki usaha di berbagai tempat. Sebuah gambaran bahwa pengasuh juga memiliki perhatian kepada ekonomi.

 

Hal ini disampaikan oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng kala itu yakni KH Salahuddin Wahid saat menerima pengurus Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) di pesantren ini. Ini pula yang akhirnya kian memompa semangat para pengusaha muda santri ini untuk terus mengembangkan usaha agar kelak para santri dapat mandiri.

 

H Mohammad Ghozali menyampaikan informasi tersebut di sela kunjungan bersama sejumlah pengurus HIPSI pusat beberapa waktu lalu. Ketua Umum HIPSI ini sangat tersentuh dengan wejangan dari almaghfurlah Gus Sholah –sapaan KH Salahuddin Wahid- tersebut. 

 

Gus Sholah menandaskan bahwa setiap hari Selasa, Mbah Hasyim memanfaatkan untuk mengembangkan bisnis di beberapa kota seperti Kediri dan sekitarnya. Dan karena menghormati tradisi tersebut, Pesantren Tebuireng juga menerapkan libur khusus pada hari Selasa sebagai bentuk penghormatan kepada hadratussyaikh. 

 

Gus Sholah yang juga cucu hadratussyaikh ini juga berpesan kepada para santri lewat HIPSI untuk menjadikan semangat kewirausahaan sebagai bagian tidak terpisahkan dari sosok seorang santri. 

 

“Ini pula yang semakin memperkuat semangat kami untuk terus membimbing calon usahawan muda agar mampu bersaing pada kesempatan mendatang,” ungkap Ghozali.

 

Ghozali yakin, dengan terus dilakukannya sosialisasi tentangan kewirausahaan di sejumlah pesantren, maka akan semakin banyak santri yang nantinya ingin mengembangkan diri untuk membuka usaha. Tidak menutup kemungkinan pada dua puluh tahun mendatang bangsa Indonesia akan menjadi salah satu negera adikuasa. 


Editor:

Tokoh Terbaru