• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 9 Agustus 2022

Jujugan

Menikmati Pemandangan Alami Waduk Nipah di Sampang

Menikmati Pemandangan Alami Waduk Nipah di Sampang
Pemandangan Waduk Nipah di Sampang. (Foto: NOJ/SPa)
Pemandangan Waduk Nipah di Sampang. (Foto: NOJ/SPa)

Presiden Joko Widodo meresmikan Waduk Nipah, waduk terbesar di Kabupaten Sampang, Sabtu (19/3/2016). Pembangunan waduk itu digagas sejak era Orde Baru. Kepala Negara mengatakan, pembangunan bendungan Nipah dimulai tahun 1973 dengan meminta restu kepada sejumlah ulama dan tokoh masyarakat. Pembebasan lahan dimulai pada 1982, tetapi pembangunannya berhenti pada 1993. Setelah lama mandek, pengerjaan waduk dimulai lagi pada 2008. 
 

Suksesnya pembangunan waduk tersebut, kata Jokowi, tidak lepas dari pendekatan yang dilakukan Bupati Sampang Fannan Hasib kepada masyarakat dengan cara persuasif. Pembangunan waduk ini diharapkan memiliki dampak yang sangat baik bagi masyarakat dan sifatnya jangka panjang. 
 

"Ada 1.150 hektare lahan pertanian yang akan produktif setelah waduk ini diresmikan. Maka Kabupaten Sampang akan menjadi salah satu penyumbang pangan di negeri ini," kata Jokowi kala itu. 
 

Waduk Nipah dibangun di atas tanah seluas 527 hektar di tiga desa di Kecamatan Banyuantes, yakni Desa Montor, Nagasareh, dan Tebanah. Waduk itu juga mencakup lahan di Desa Banyusokah, Kecamatan Ketapang.
 

 

Pesona Waduh Nipah
Selain memiliki fungsi utama sebagai irigasi lahan, lokasi ini menawarkan keindahan alam yang mengundang perhatian banyak orang mengunjunginya. Jadi tidak heran bila belakangan ini Waduk Nipah menjadi primadona tempat wisata yang diburu wisatawan. 
 

Luas Waduk Nipah mencapai 1150 hektare, lokasinya dikelilingi pepohonan yang tumbuh subur dengan suasana yang sangat rindang. Nuansa pedesaan dengan udara yang masih bersih serta pemandangan alam yang menenangkan akan memberikan kesan tersendiri bagi wisatawan yang mengunjungi Waduk Nipah. Tidak hanya itu, juga akan melihat kera-kera liar yang menjadi penghuni waduk. Tidak perlu khawatir hewan ini tidak akan melukai pengunjung asalkan tidak berbuat usil.
 

Cara Menuju Lokasi

Lokasi Waduk Nipah berada di Desa Montor, Kecamatan Banyuates. Untuk rute menuju lokasi dapat melalui beberapa jalur. Dari arah Surabaya dapat melewati jalur pantura Madura, jadi bisa lewat jembatan Suramadu atau naik kapal dari pelabuhan Ujung, Perak Surabaya menuju pelabuhan Kamal Bangkalan. Lewat Suramadu maupul kapal, nantinya akan menuju Kota Bangkalan, kemudian ke arah utara menuju Kecamatan Arosbaya. Setelah itu ke Kecamatan Banyuates dengan mengikuti jalur utama jalan Pantura Madura. 
 

Sedangkan bagi yang berasal dari daerah timur Madura seperti Pamekasan dan Sumenep, bisa memilih jalur utama Madura maupun jalur Pantura, dua-duanya nanti akan bertemu di pertigaan Kecamatan Banyuates. Selanjutnya dari pertigaan silakan menuju Desa Montor seperti rute yang dari Surabaya. Namun bedanya nanti di pertigaan Desa Montor ambil kiri menuju Waduk Nipah.  
 

Satu hal lagi yang akan membuat liburan Anda berkesan yaitu indahnya pemandangan jalur Pantura, di sisi kiri (dari arah Surabaya) dapat menikmati pemandangan indahnya laut utara Madura. Selain itu hamparan lahan persawahan juga akan menambah sejuknya pandangan mata saat melintasi jalur. 
 

Bagi yang mengunjungi Waduk Nipah, jangan lupa untuk mengunjungi tempat wisata lainnya yang masih dalam kawasan Kecamatan Banyuates, yaitu pantai dan hutan Kera Nepa. Dari Waduk Nipah menuju pantai dan hutan kera tersebut, hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.


Editor:

Jujugan Terbaru