• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 27 September 2022

Jujugan

Rap Orap, Makanan Khas Madura yang Digemari Semua Kalangan

Rap Orap, Makanan Khas Madura yang Digemari Semua Kalangan
Rap Orap. (Foto: NOJ/Halimah)
Rap Orap. (Foto: NOJ/Halimah)

Pamekasan, NU Online Jatim

Madura tidak hanya dikenal dengan pulau garam. Jauh dari itu, pulau yang memiliki empat kabupaten ini  juga memiliki aneka ragam makanan khas daerah yang lezat. Seperti makanan yang diolah dan dijual oleh Halimah, Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Pamekasan ini yaitu makanan Rap Orap.
 

Sudah pernah dengar makanan Rap Orap belum? Kalau belum, mampir ke Madura saja tepatnya di Kabupaten Pamekasan. Apalagi moment Ramadlan saat ini dangat cocok untuk menyantap bersama dengan keluarga saat berbuka puasa.



Makanan Rap Orap ini adalah hasil racikan dari beberapa sayuran yang ada di Madura. Biasanya, makanan Rap Orap ini disantap dengan nasi sebagai pelengkap.



Siti Halimah selaku pembuat dari makanan Rap Orap ini mengatakan, cara membuat makanan Rap Orap ini membutuhkan daun tujuh rupa.



"Ada daun bluntas, daun malandingan, daun pepaya, bunga pepaya, daun ketela, tauge, kacang panjang dan kalau ada daun kasturi," kata Ning Halimah.



Sementara bumbu dari makanan Rap Orap ini ada bawang putih, bawang merah, kencur, daun jeruk, terasi, gula pasir dan penyedap rasa.



Perempuan yang juga aktif sebagai anggota Muslimat NU Pamekasan ini juga menegaskan, bahwa makanan Rap Orap digemari semua kalangan.



"Selain dari kalangan ibu-ibu, kalangan milenial juga banyak yang pesan apalagi Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Karena Rap Orap ini selain enak harganya juga murah," tegasnya.

 

Untuk harganya, dijual dengan berbagai variasi sesuai ukurannya.



"Untuk daerah Pamekasan bisa Cash On Delivery (COD). Untuk harga, ukuran sedang Rp 5.000, ukuran jumbo Rp 10.000 sedangkan kemasannya juga sudah modern," imbuhnya.



Kini, selain menjadi guru, perempuan yang berdomisili di Dusun Glagga, Desa Pangleghur itu, juga bisa memenuhi kebutuhan hidupnya melalui jualan Rap Orap ini.



"Saya berjualan baru dua bulan dan Alhamdulillah sangat terbantu. Saya berharap, usaha ini semakin lancar," harapnya. 

 

Editor: Risma Savhira


Jujugan Terbaru