• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Madura

Usaha Saat Ramadlan Meningkat, Anggota LPPNU Buka Bisnis Jamur Tiram

Usaha Saat Ramadlan Meningkat, Anggota LPPNU Buka Bisnis Jamur Tiram
Afiful Wadud saat memperlihatkan jamurnya. (Foto: NOJ/batam)
Afiful Wadud saat memperlihatkan jamurnya. (Foto: NOJ/batam)

Pamekasan, NU Online Jatim

Afiful Wadud warga Dusun Lekoh Barat, Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Pamekasan ini mengembangkan usaha jamur tiram. Usaha ini semakin meningkat saat bulan puasa, pasalnya berkat pelatihan yang diikutinya selam satu bulan yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. 

 

Di alam bebas, jamur tumbuh dengan subur diberbagai permukaan batang pohon yang mulai lapuk, kebanyakan jamur tiram tumbuh subur didaerah pegunungan yang memilki hawa sejuk. Ciri umum dari tumbuhan ini memiliki tubuh buah berwarna putih atau krem serta tudungnya berupa setengah lingkaran menyerupai cangkang tiram dengan sisi tengah yang cekung.

 

Tak ayal bagi masyarakat sekitar mengkonsumsi jamur dianggap sebagai makanan yang beracun, dan inilah yang menjadi tantangan pria yang akrab dipanggil Wadud dalam meyakinkan masyarakat bahwa produk yang dihasilkannya benar-benar steril dan sangat bermanfaat bagi tubuh.

 

“Awalnya saya harus berhati-hati, berbekal pengalaman yang ada, saya harus memilah dan memlih mana jamur tiram yan layak dikonsumsi dan yang tidak,” ungkapnya, Rabu (14/04/2021).

 

Seiring berkembangnya jenis kuliner, ternyata jamur tiram sudah banyak dikelola oleh beberapa rumah makan dan cafe-cefe yang lagi ngetren di Pamekasan. Akhirnya usaha yang dikembangkan Wadud kini sudah banyak permintaan dari berbagai penyedia makanan

 

Ditambah lagi pada bulan Ramadlan, hasil jamur tiram ini sudah tidak mencukupi permintaan pasar dikarenakan saking banyaknya pesanan baik berupa mentahan ataupun yang sudah matang menjadi makanan ringan seperti krupuk. 

 

Dirinya mangaku akan menambah lahan untuk tempat pertumbuhan bibit jamur tersebut. "Saya sudah siapkan lahan yang sebentar lagi akan dibuat untuk tempat beklok," ungkapnya. 

 

Selain itu, pria yang juga anggota pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Pamekqsan ini akan melanjutkan karirnya dalam usaha dengan membuat surat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) agar usahanya diakui dan memenuhi syarat edar keluar daerah dan ekspor. 

 

"Teman-teman GP Ansor telah membantu banyak dalam hal ini, dan sekarang saya sudah dibantu untuk izin PIRT,” pungkasnya.

 

Editor: Risma Savhira


Madura Terbaru