• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Kediri Raya

Gus Reza Ungkap Tanda-tanda Kiamat saat Rutinan Kamisan NU Kediri

Gus Reza Ungkap Tanda-tanda Kiamat saat Rutinan Kamisan NU Kediri
Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, KH Reza Ahmad Zahid atau Gus Reza. (Foto: NOJ/AM).
Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, KH Reza Ahmad Zahid atau Gus Reza. (Foto: NOJ/AM).

Kediri, NU Online Jatim

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Reza Ahmad Zahid mengatakan, bahwa di antara tanda-tandanya kiamat ialah tidak adanya ghiroh menolong orang lain demi tegaknya agama.

 

Penegasan tersebut disampaikan Gus Reza, sapaan akrabnya, saat mengisi kajian rutin malam kamisan, di aula Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri, Rabu (14/07/2021).

 

Diterangkan bahwa, esok akan datang suatu zaman di mana orang yang sabar melakukan kewajiban agama seakan-akan memegang bara api.

 

"Esok bakal banyak kemaksiatan, sedangkan yang Alim seperti orang aneh dan sedikit," katanya.

 

Selain itu, juga akan ada seorang ahli ibadah, tapi bodoh dalam agama. Seakan-akan terlihat beribadah, tapi tidak mendalami ilmu fiqihnya. Akan ada pula orang yang bagus bacaan Al-Qur'annya, tetapi perilakunya tidak mencerminkan tuturan dalam Al-Qur'an.

 

“Banyak orang yang saling menyombongkan diri dengan membangun masjid yang besar dan megah, namun semangatnya untuk berjama'ah tidak ada. Jadinya masjidnya saja yang bagus, tapi kosong melompong," ungkapnya.

 

Tidak hanya itu, akan banyak orang yang dengan mudah memutus tali silaturahim. Bahkan, orang yang jujur akan tidak dipercaya, sebaliknya orang yang kerap berbohong malah yang dipercaya.

 

Menurut Gus Reza, wafatnya orang-orang alim juga menjadi tanda-tanda hari kiamat. Yang tersisa di bumi hanya tinggal orang biasa yang tidak tahu apa-apa dan jauh dari kata alim.

 

“Dan, bulan-bulan ini banyak kiai yang wafat. Padahal, mereka adalah jimat,” pungkasnya.

 

Editor: A Habiburrahman


Kediri Raya Terbaru