• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 5 Juli 2022

Kediri Raya

IPNU-IPPNU di Kediri Diingatkan Tingkatkan Program Kerja

IPNU-IPPNU di Kediri Diingatkan Tingkatkan Program Kerja
Suasana Konferancab IPNU-IPPNU Ngadiluwih, Kediri. (Foto: NOJ/Diski N)
Suasana Konferancab IPNU-IPPNU Ngadiluwih, Kediri. (Foto: NOJ/Diski N)

Kediri, NU Online Jatim

Dalam sebuah organisasi termasuk di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), bahwa reformasi kepengurusan merupakan sebuah keniscayaan. Apalagi hal tersebut telah diatur berdasarkan ketentuan organisasi sesuai dengan periode yang ada. Namun diharapkan reformasi bukan sekadar rutinitas, melainkan harapannya ketua terpilih dan jajaran pengurus dapat menjalankan roda organisasi untuk kepengurusan yang lebih baik.

 

Penegasan ini disampaikan oleh Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Ngadiluwih, Imam Baihaqi, Senin (03/05/2021).

 

Hal itu dikemukakan saat dilaksanakannya Konferensi Anak Cabang atau Konferancab PAC IPNU-IPPNU Ngadiluwih, Kediri. Kegiatan dipusatkan di halaman MI Miftahussibyan, Desa Badal, Kecamatan Ngadiluwih, Kediri.

 

Pada saat yang sama, dirinya juga mengingatkan pengurus dalam setiap rapat untuk selalu mengadakan kegiatan yang bermanfaat. Karena ruh dari sebuah organisasi terletak pada program kerja yang dicanangkan.

 

“Sangat disayangkan jika setelah pelantikan justru tidak ada kegiatan,” ucapnya.

 

Sedangkan Adnan Fauzi yang terpilih sebagai Ketua Pimpinan Ranting (PR) IPNU Badal, Ngadiluwih menyampaikan akan mencanangkan program yang dapat merangkul kalangan anak muda. Apalagi kegiatan seperti rutinan majelis maulid diba telah berjalan sebelumnya.

 

“Yang saya canangkan ini insyaallah maulid diba karena saya ada di bidang itu juga,” jelasnya. Dirinya juga memberikan catatan bahwa selama ini majlis yang ada kebanyakan diikuti generasi tua saja, sedangkan anak muda sangat jarang yang ikut, lanjutnya.

 

Dalam sambutan selaku pembina, Agus Dwi Santoso menyampaikan setelah reformasi pengurus tidak perlu membuat banyak program, yang terpenting adalah aktualisasi di lapangan. Pengurus dapat membuat kegiatan yang bersinggungan dengan anggota, masyarakat dan badan otonom NU yang lain seperti safari Ramadlan, kajian dan sebagainya.

 

Terkait hal ini, dirinya memberikan catatan khusus kepada para peserta konferensi bahwa sisi intelektualitas harus menjadi perhatian pengurus dan anggota.

 

“Menjadi IPNU IPPNU, intelektualnya juga harus ditempa, supaya dapat menjalani tantangan di era sekarang,” ungkapnya.

 

Turut hadir pada acara ini, perwakilan PAC IPNU-IPPNU Ngadiluwih, pembina IPNU IPPNU PR Badal, alumni dan segenap anggota.

 

Sebelum konferensi, panitia mengadakan buka bersama dan shalat tarawih berjamaah yang diikuti anggota dan tamu undangan. Tujuannya untuk mengembalikan rasa solidaritas keorganisasian antaranggota.

 

Penulis: Diski Nia Levi Yani

Editor: Syaifullah


Editor:

Kediri Raya Terbaru