• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 29 Mei 2022

Kediri Raya

Rais NU Kediri Tegaskan Wajibnya Baca Bismillah dalam Shalat

Rais NU Kediri Tegaskan Wajibnya Baca Bismillah dalam Shalat
KH Abdul Hamid Abd Qodir , Rais PCNU Kota Kediri. (Foto: NOJ/ A Muwaffaq).
KH Abdul Hamid Abd Qodir , Rais PCNU Kota Kediri. (Foto: NOJ/ A Muwaffaq).

Kediri, NU Online Jatim

Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri, KH Abdul Hamid Abd Qodir menegaskan bahwa umat Muslim wajib membaca bismillah dalam surah Al-Fatihah saat shalat fardhu. Keterangan tersebut mengacu pada Imam Syafi'i yang menyatakan jika bismillah termasuk dalam salah satu ayat dalam surat Al-Fatihah.

 

"Imam Syafi’i mewajibkan membaca bismillah," ujarnya saat kajian rutin yang dipusatkan di aula PCNU setempat, Rabu (15/09/2021) malam.

 

Ia menyebutkan, bahwa keterangan dalam kitab Al-Maunah Fii Tafsiri Surotil Fatihah menjelaskan, terkait bismillah seluruh ulama tafsir sepakat jika termasuk salah satu ayat dalam Al-Qur’an.

 

Alasan lainnya, menurutnya, karena membaca bismillah sangat dianjurkan ketika hendak mengerjakan sesuatu yang baik. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, bahwa sesuatu yang baik tanpa bismillah tidak akan bernilai berkah.

 

"Seluruh perkara baik itu memang sunnah diawali dengan bismillah," ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Maunah Sari Bandar Lor Kota Kediri.

 

Tidak hanya itu, ia juga menyebutkan keterangan dari sahabat nabi, seperti Abu Hurairah, Umar bin Khattab, Ibnu Abbas, dan Muawiyah yang pernah meriwayatkan, bahwa bismillah diwajibkan dibaca dalam shalat ketika melafalkan surat Al-Fatihah.

 

Namun demikian, kendati semua ulama sepakat agar bismillah dibaca, ada perbedaan pendapat dari ulama terkait cara membacanya.

 

“Ulama berbeda pendapat soal cara membaca bismillah ketika shalat, ada yang menganjurkan untuk dibaca keras atau nyaring, ada pula yang sebaliknya,” pungkasnya.

 

Editor: A Habiburrahman


Kediri Raya Terbaru