• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Keislaman

Peristiwa Penting dan Keagungan Hari Jumat

Peristiwa Penting dan Keagungan Hari Jumat
Ada sejumlah dalil yang menunjukkan bahwa Jumat termasuk hari istimewa. (Foto: NOJ/NU Network)
Ada sejumlah dalil yang menunjukkan bahwa Jumat termasuk hari istimewa. (Foto: NOJ/NU Network)

Hari ini umat Islam memasuki hari istimewa yakni Jumat. Ada banyak ibadah yang dilakukan utamanya oleh warga Nahdlatul Ulama atau Nahdliyin di hari mulia tersebut. Bahkan perlakuan khusus diberikan sejak memasuki malam Jumat atau Kamis petang hingga malam.


Salah satu kewajiban saat memasuki hari Jumat adalah melaksanakan shalat Jumat. Karena ini termasuk ibadah yang wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, atau yang dikenal fardlu ain. Dengan demikian harus dilaksanakan dengan sepenuh hati. Dan mereka yang meninggalkan shalat Jumat mendapatkan ancaman yang tidak ringan.  


Asal Muasal Hari Jumat

Berkaitan dengan nama ‘Jumat’, Al-Ârifbillâh Syekh Abdul Qadir bin Abi Shalih al-Jilani (wafat 561 H) dalam karyanya Al-Ghunyah menjelaskan beberapa pendapat seputar asal muasalnya.    


1. Diciptakannya Nabi Adam AS

Hal ini berdasarkan hadits riwayat sahabat Salman RA yang menyatakan bahwa karena di hari itulah bapak umat manusia, Nabi Adam AS diciptakan. 


2. Kata Jumat Bermakna Penyatuan

Sebagian ulama mengatakan bahwa akar kata ‘Jumat’ adalah ijtima’ (penyatuan), yang mana raga Nabi Adam AS diberi ruh di hari itu setelah selama 40 hari tanpa nyawa sejak diciptakan. 


3. Hari Pertemuan Adam dan Hawa

Pendapat ketiga beralasan, karena hari Jumat adalah hari di mana Nabi Adam AS bertemu dengan Sayyidah Hawa pertama kali di surga setelah Allah menciptakan keduanya. 


4.    Perjumpaan Adam dan Hawa setelah dari Surga

Pendapat keempat mengatakan, bukan demikian. Melainkan lantaran Nabi Adam AS dan Sayyidah Hawa berjumpa di hari Jumat setelah lama terpisah sejak diturunkan ke dunia. 


Nah, karena aneka peristiwa tersebutlah, hari Jumat menjadi sangat mulai. (Lihat: Abdul Qadir bin Abi Shalih al-Jilani, Al-Ghunyah li Thâlibî Tharîqil Haqq ‘Azza wa Jalla fil Akhlâq wat Tashawwuf wal Âdâb al-Islâmiyyah, juz II, halalaman: 109). 


Dalil Kewajiban Shalat Jumat 

Dalil shalat Jumat yaitu hadits riwayat Abul Ja’di ad-Dhamri. Rasulullah SAW bersabda: 


   من ترك ثلاث جمع تهاونا بها طبع الله على قلبه (رواه أحمد والحاكم. حسن)   


Artinya: Siapa pun yang meninggalkan shalat Jumat tiga kali karena meremehkannya, maka Allah Taâlâ akan mengecap (menutup) hatinya (sehingga tak mampu menerima hidayah). (HR Ahmad dan Al-Hakim. Hadits hasan).   


Ada pula hadits riwayat Jabir bin Abdillah RA, bahwa Nabi SAW bersabda: 


   مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَعَلَيْهِ الْجُمُعَةُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ عَلَى مَرِيضٍ، أَوْ مُسَافِرٍ، أَوْ صَبِىٍّ، أَوْ مَمْلُوكٍ وَمَنِ اسْتَغْنَى عَنْهَا بِلَهْوٍ أَوْ تِجَارَةٍ اسْتَغْنَى اللهُ عَنْهُ، وَاللهُ غِنَىٌّ حُمَيْدٌ. (رواه البيهقي)


Artinya: Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka ia wajib shalat Jumat pada hari Jumat, kecuali bagi orang sakit, musafir, anak kecil, atau budak. Barang siapa yang mengacuhkan shalat Jumat karena lalai atau sibuk urusan perniagaan, maka Allah tak akan memperhatikannya, Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (HR Al-Baihaqi)   


Karena ketegasan teks-teks syariat yang memerintah shalat Jumat, Syekh Zainuddin al-Malibari dalam Fathul Mu’în mengatakan: Wa shalâtuha afdhalu al-shalawât (shalat Jumat adalah shalat yang paling utama di antara shalat lain). (Lihat: Zainuddin bin Abdil Aziz al-Malibari, Fathul Mu’în pada Hâsyiyyah I’ânatut Thâlibîn, [Indonesia, Al-Haramain], juz II, halaman: 52).    


Demikian halnya hari Jumat, ia termasuk hari paling mulia dibandingkan hari lainnya dalam sepekan. Abu Hurairah RA meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW sebagai berikut: 


   خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَفِيهِ تَقُومُ السَّاعَةُ. (رواه أحمد)


Artinya: Hari terbaik di mana matahari terbit di hari itu adalah hari Jumat, pada hari itulah Nabi Adam AS diciptakan, hari itu ia dimasukkan ke surga dan dikeluarkan dari sana, dan hari Jumat adalah hari tibanya kiamat. (HR Ahmad)   

  

Bila tidak karena kemuliaan hari Jumat, tidak mungkin rasanya Allah mengabadikan momen-momen bersejarah (awal mula dan penutup kehidupan) di hari tersebut. Sampai-sampai, malaikat sendiri menyebut hari Jumat dengan yaumul mazîd (hari bonus besar-besaran). Hal tersebut karena di hari inilah Allah membuka sekian banyak pintu kasih sayang, karunia, dan kebaikan-Nya.


Editor:

Keislaman Terbaru