• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 27 November 2022

Keislaman

Tata Cara dan Ketentuan Puasa di Bulan Sya’ban 

Tata Cara dan Ketentuan Puasa di Bulan Sya’ban 
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melaksanakan puasa Sya'ban. (Foto: NOJ/NU Network)
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melaksanakan puasa Sya'ban. (Foto: NOJ/NU Network)

Sebagaimana disampaikan di media ini bahwa 1 Sya’ban jatuh pada Jumat (04/03/2022). Dengan demikian umat Islam khususnya Nahdliyin disarankan untuk mengisi bulan ini dengan ibadah terbaik. 


Dan di antara ibadah yang dianjurkan adalah puasa Sya’ban. Dan bagaimana teknis pelaksanaan ibadah tersebut, berikut rinciannya:


Secara teknis dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 


1. Niat di hati 

Niat puasa baik dilakukan dengan niat puasa mutlak, seperti: Saya niat puasa, atau dengan cara yang lebih baik sebagaimana berikut: 

   نَوَيْتُ صَوْمَ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى   

Nawaitu shauma sya’bâna lilâhi ta’âlâ. 


Artinya: Saya niat puasa Sya’ban karena Allah Ta’âlâ.   

 


Selain niat di dalam hati juga disunahkan mengucapkannya dengan lisan. 


Sebagaimana puasa sunah lainnya, niat puasa Sya'ban dapat dilakukan sejak malam hari hingga siang sebelum masuk waktu zawal (saat matahari tergelincir ke barat), dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar atau sejak masuk waktu subuh. (Al-Malibari, Fathul Mu’în, juz II, halaman: 223).   


2. Makan sahur 
Lebih utama makan sahur dilakukan menjelang masuk waktu subuh sebelum imsak.   


3. Melaksanakan puasa dengan menahan diri dari segala hal yang membatalkan. Seperti makan, minum dan semisalnya.   


4. Lebih menjaga diri dari hal yang membatalkan pahala puasa
Perbuatan tersebut semisal: Berkata kotor, menggunjing orang, dan segala perbuatan dosa. 
Rasulullah SAW bersabda: 


كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعِ وَالْعَطَشِ (رواه النسائي وابن ماجه من حديث أبي هريرة)   


Artinya: Banyak orang yang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan kehausan. (HR an-Nasa’i dan Ibnu Majah dari riwayat hadits Abu Hurairah ra). (Abul Fadl al-‘Iraqi, Al-Mughni ‘an Hamlil Asfâr, [Riyad: Maktabah Thabariyyah, 1414 H/1995 M], juz I, h. 186).


5. Segera berbuka puasa saat tiba waktu maghrib
Hal tersebut sebagaimana penjelasan Ibrahim al-Bajuri dalam Hâsyiyyatul Bâjuri ‘alâ Ibnil Qâsim al-Ghazi, [Semarang, Thoha Putra], juz I, halaman: 292-294.


Keislaman Terbaru