• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 4 Desember 2022

Madura

Begini Cara SMPNU Sumenep Mengenalkan Museum kepada Siswa

Begini Cara SMPNU Sumenep Mengenalkan Museum kepada Siswa
Siswa-siswi SMPNU Sumenep saat sosialisasi museum dari Disparbudpora Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Siswa-siswi SMPNU Sumenep saat sosialisasi museum dari Disparbudpora Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep menggelar sosialisasi museum kepada siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama Nahdlatul Ulama (SMP NU) Sumenep, Rabu (27/10). Kegiatan ini dilaksanakan di aula Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep.

 

Adapun petugas yang mensosialisasikannya adalah M Hairil Anwar selaku Tim Ahli Budaya Sumenep dan Syafanton selaku Budayawan Sumenep.

 

Kepala Sekolah SMP NU Sumenep, Zainal Abidin mengutarakan, di zaman yang serba digital, keberadaan museum jarang dikunjungi oleh generasi muda. Padahal museum punya peranan penting dalam menjaga akar budaya daerah agar tidak tergerus oleh budaya asing.

 

“Museum memiliki banyak fungsi. Selain sebagai penghimpun peninggalan sejarah juga sebagai tempat belajar. Siswa bisa melihat langsung peninggalan sejarah dan mencocokkan dengan teori yang didapat di kelas, serta bisa mengambil hikmah dari sejarah tersebut,” ujarnya saat memberi sambutan di awal acara.

 

Selain itu, museum kedepan harus disesuaikan dengan perkembangan zaman agar banyak orang tertarik berkunjung. Sehingga pengemasan tata letak benda-benda museum harus instagramable agar menarik untuk di upload di media sosial oleh generasi muda.

 

“Alhamdulillah, SMP NU Sumenep sudah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Disparbudpora yang dikemas dengan wisata edukasi ke Museum mulai tahun 2019. Jadi kapanpun siswa bisa berkunjung ke museum keraton Sumenep dalam rangka pembelajaran dan penguatan profil pelajar Pancasila,” ungkapnya kepada siswa.

 

Sekretaris Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU Sumenep itu menegaskan, peran santri atau ‘bindara’ memiliki peran dalam pemerintahan. Misalnya, tonggak kemajuan Sumenep dalam menata pemerintahan dimulai sejak pemerintahan Bindara Saod yang merupakan kaum sarungan atau santri.

 

“Ketika kalangan santri masuk ke keraton, bukti paling otentiknya adalah dibangunnya masjid Jamik Sumenep. Kedepan Santri NU harus terus bisa berperan dalam memajukan Sumenep agar ilmu yang didapat bisa bermanfaat untuk masyarakat,” pintanya.

 

Pak Zainal sapaannya, berharap kegiatan ini meningkatkan pengetahuan sejarah pada siswa, salah satunya tokoh pesantren yang berperan dalam pembangunan Sumenep di masa lampau.

 

 

“Semoga acara ini bisa menumbuhkan kecintaan siswa terhadap keraton dan museum Sumenep serta menarik minat mereka untuk berkunjung guna memetik hikmah. Jangan bosan belajar sejarah, karena ilmu sejarah akan meningkatkan patriotisme dan nasionalisme,” harapnya.


Editor:

Madura Terbaru