• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 10 Agustus 2022

Madura

Katib NU Sumenep Jelaskan Kebaikan Menyesuaikan Kebutuhan Zaman

Katib NU Sumenep Jelaskan Kebaikan Menyesuaikan Kebutuhan Zaman
Kiai Muhammad Bahrul Widad saat peringatan maulid Nabi dan hari santri di Batang-Batang, Sumenep. (Foto: NOJ/Deki) 
Kiai Muhammad Bahrul Widad saat peringatan maulid Nabi dan hari santri di Batang-Batang, Sumenep. (Foto: NOJ/Deki) 

Sumenep, NU Online Jatim

Belakangan ini marak upaya kelompok yang melakukan pengikisan terhadap tradisi Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdiyah. Padahal kebaikan akan terus terbarukan sesuai kebutuhan zaman. 

 

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Kiai Muhammad Bahrul Widad, Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep. Materi disampaikan pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Istighasah Hari Santri yang diselenggarakan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Batang-Batang. 


“Ambil saja contoh pemushafan Al-Qur'an yang baru dilakukan saat zaman sahabat Ustman bin Affan,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bustan III Gapura, Sumenep tersebut, Kamis (21/10). 

 

Contoh lain Abu Bakar memerangi orang yang tidak membayar zakat, padahal Nabi tidak pernah melakukan hal tersebut. 


"Kebaikan akan terus berkembang menjadi kebaikan-kebaikan baru," tuturnya. 

 

Apakah Iman Syafii dan para sahabat tidak mencintai Nabi, Kok mereka tidak pernah melakukan maulid? 
Mencintai menurutnya banyak versi, diibaratkan menyanyangi seorang kekasih, beda zaman maka akan beda perlakuan. 

 

"Sekarang untuk menyenangkan pasangan kadang harus diajak ke mall. Apakah zaman dahulu saat tidak ada mall harus demikian juga? Itu kan orang-orang yang sempit," jelasnya. 


Penulis: Moh Khoirus S

 


Editor:

Madura Terbaru