• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Madura

Penelitian Dosen NU Diharap Berikan Solusi dalam Kebijakan Publik

Penelitian Dosen NU Diharap Berikan Solusi dalam Kebijakan Publik
Wakil Rais PCNU Sumenep, KH Imam Hendriyadi (tengah) berharap Penelitian Dosen NU Berikan Solusi dalam Kebijakan Publik. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Wakil Rais PCNU Sumenep, KH Imam Hendriyadi (tengah) berharap Penelitian Dosen NU Berikan Solusi dalam Kebijakan Publik. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH Imam Hendriyadi menyebutkan, penelitian yang dilakukan oleh dosen NU diharapkan dapat memberikan solusi dalam kebijakan publik. Hal ini karena dalam beberapa dekade terakhir kebijakan pemerintah yang kerap disinggung Nahdliyin mandek karena tidak dibarengi penelitian kritis.

 

Pernyataan itu disampaikan saat membuka 'Pelatihan Penelitian bagi Dosen Pemula se-Kabupaten Sumenep'. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Sumenep ini dipusatkan di aula Sekolah Menengah Pertama (SMP) NU kabupaten setempat, Ahad (17/10).

 

Menurutnya, kehadiran perguraun tinggi untuk menggawangi penelitian sangat dibutuhkan dan diharapkan perannya. Karena, ia melihat ada penurunan semangat idealisme masyarakat ketika dihadapkan dengan realita politik pasca era reformasi.

 

“Dulu warga sangat selektif, objektif, dan sportif saat memilih calon pemimpin. Sehingga memunculkan pemimpin yang memiliki kapabilitas tinggi, kualifikasi keilmuan yang bagus, dan memiliki kepribadian yang baik,” ujarnya.

 

Menurutnya, nuansa politik mulai menggeser idealisme perguruan tinggi. Sehingga berdampak pada minimnya pengetahuan masyarakat dalam mengontrol kualifikasi dan kepribadian calon pemimpin. “Fenomena ini terjadi di kalangan strata bawah, bahkan terjadi pada kalangan strata atas,” imbuhnya.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ifadah Cangkreng, Lenteng, Sumenep itu mengajak pada seluruh dosen untuk mengawal pergeseran idealisme dan mengubah budaya yang mengakar di kalangan masyarakat.

 

“Berapa persen calon pemimpin dari kalangan masyaikh yang tingkat keilmuan dan kepribadiannya baik, justru tidak terpilih. Yang bisa masuk adalah calon yang kuat dari segi materi,” ungkapnya.

 

Disebutkannya, bahwa NU beberapa kali menyinggung kebijakan pemerintah. Namun hanya terputus di tengah jalan, karena tidak dibarengi dengan penelitian. Oleh karenanya, penelitian terkait hal dimaksud perlu digalakkan yang dapat dikoordinir oleh LPTNU guna mencari solusi dan alternatifnya.

 

Tak sampai di situ, alumni Pondok Pesantren Tebuireng Jombang tersebut mengimbau pada dosen untuk membimbing para kader. Karena masih banyak mahasiswa yang belum bisa membedakan penelitian kualitatif dan kuantitatif.

 

“Penelitian mahasiswa kita masih berkutat di kualitatif saja. Jika dihadapkan dengan kuantitatif, mereka mengeluh. Karena mereka tidak mau diribetkan dengan angka dan rumus. Oleh karena itu, Diklat ini perlu diketuk tularkan pada kader-kader di kampus, utamanya kampus pesantren,” pungkasnya.


Madura Terbaru