• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 30 Juni 2022

Madura

KH Musleh Adnan: Nabi Sosok yang Cinta Tanah Air

KH Musleh Adnan: Nabi Sosok yang Cinta Tanah Air
KH Musleh Adnan saat ceramah di Sumenep ungkap sosok Nabi Muhammmad SAW yang cinta tanah air. (Foto: NOJ/ Moh Khoirus S)
KH Musleh Adnan saat ceramah di Sumenep ungkap sosok Nabi Muhammmad SAW yang cinta tanah air. (Foto: NOJ/ Moh Khoirus S)

Sumenep, NU Online Jatim

Penceramah asal Pamekasan, Madura KH Musleh Adnan mengungkapkan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang sangat mencintai tanah airnya, yang dalam hal ini adalah Makkah.

 

Hal itu disampaikan oleh Kiai Musleh pada Peringatan Maulid Nabi dan Haul Pengasuh Pondok Pesantren As-Subki yang diadakan oleh Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Mandala, Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Ahad (10/20/2021).

 

Penceramah kondang yang juga Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pamekasan itu menceritakan, bahwa saat Nabi hijrah dari Makkah ke Madinah, Nabi selalu dilanda rindu yang mendalam terhadap kota kelahirannya tersebut.

 

Karena ini, Allah SWT kemudian berfirman, “Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil haram”.

 

"Mendengar ayat itu, kesedihan Nabi terganti dengan kebahagiaan. Karena kiblatnya akan dihadapkan ke tanah di mana ia dilahirkan," jelas Kiai Musleh.

 

Tidak hanya ayat tersebut, alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo itu juga melanjutkan ayat lain yang menunjukkan betapa bahagianya Nabi Muhammad SAW tatkala dikembalikan oleh Allah ke kota Makkah.

 

Ayat tersebut berbunyi, "Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al-Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali".

 

"Penafsiran kata 'kembali' itu ada yang mengatakan surga, ada juga yang menafsirkan Makkah," terang Pengasuh Pondok Pesantren Nahdatut Ta'limiyah Pamekasan itu.

 

Hingga akhirnya, kerinduan Nabi SAW terhadap Makkah terbayarkan dengan peristiwa Fathu Makkah. Meskipun Nabi melaluinya dengan penuh darah, ia pun dapat kembali ke Makkah dan menaklukkannya.

 

 

"Berangkat dari sana, banyak ulama yang menafsirkan bahwa mencintai tanah air bagian dari iman, sebagaimana yang ditunjukkan oleh Nabi SAW,” pungkasnya.

 

Penulis: Moh Khoirus S


Madura Terbaru