• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Madura

Peduli Kondisi Pesantren, RMINU Sumenep Gelar Pelatihan Konselor Santri

Peduli Kondisi Pesantren, RMINU Sumenep Gelar Pelatihan Konselor Santri
Pembukaan Pelatihan Konselor Santri yang diadakan PC RMINU Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi).
Pembukaan Pelatihan Konselor Santri yang diadakan PC RMINU Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Pengurus Cabang (PC) Rabithah Ma'ahid Al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Sumenep menggelar pelatihan konselor santri dan peluncuran konseling pesantren di aula Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake, Bluto, Sumenep, Ahad (24/10).

 

Acara ini merespons fenomena yang biasanya apabila ada santri yang memiliki masalah, alternatif solusinya diarahkan ke ustadz. Bahkan jika masalahnya agak parah, maka diarahkan ke kiai. Model penanganan masalah santri pun masih bersifat tradisional dengan menekankan pada nasihat yang instruktif dan berdasarkan doktrin agama.

 

Selain itu, kegiatan ini juga bagian dari rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) yang mengusung tema ‘Bertumbuh, Berdaya, Berkarya’.

 

Ketua Panitia HSN PCNU Sumenep, Moh Halili mengutarakan, kegiatan semacam ini perlu diadakan secara rutin, karena bagian dari peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pesantren. Selain itu bisa mengatasi penyimpangan perilaku, seperti kasus santri kabur dari pesantren, melanggar aturan, dan sejenisnya.

 

“Problem ini diperlukannya konselor santri sebagai kader yang menyiapkan layanan konseling bagi santri di pesantren dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh para santri serta membantu memetakan dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh santri,” kata Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep itu saat sambutan.

 

Pada saat yang sama, Ketua RMI NU Sumenep, Kiai Ubaidillah Tsabit menjelaskan, kegiatan ini akan memberikan keterampilan konseling kepada pengurus pesantren atau santri aktif agar memiliki kemampuan sebagai konselor santri dan menjadi kader konselor di pesantrennya.

 

Selain itu akan meningkatkan pengetahuan santri terhadap problem dan potensi santri secara komprehensif, serta dilatih untuk meningkatkan kepekaan dan kesadaran konselor santri akan kondisi santri di pesantren.

 

“Kegiatan ini akan memperkuat jejaring antar konselor santri beserta konselor ahli sehingga bisa membantu tugas pengasuh pesantren dalam mendidik santri-santrinya,” ujar Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk itu.

 

Usai mengikuti pelatihan, menurutnya, peserta diharapkan memiliki kompetensi untuk menjadi konselor santri. Serta menyebarkan informasi layanan konseling kepada seluruh santri, dan mendorong santri untuk mengakses layanan konseling.

 

“Semoga pelatihan ini bisa menyelesaikan permasalahan santri secara tuntas dan santri memiliki tempat atau wadah untuk mencurahkan perasaannya. Sebaliknya pengurus bisa mengetahui, mendengarkan, keluh kesahnya, sehingga pengurus memberikan perhatian terhadap kebutuhan sosial emosional dalam bentuk terpercaya,” harap dewan masyaikh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu.

 

Di kesempatan yang berbeda, Kiai Zamzami Sabiq Hamid selaku Sekretaris RMI NU Sumenep mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari dan diikuti oleh pengurus pesantren atau santri aktif yang nantinya akan menjadi konselor di pesantren. Adapun peserta hanya untuk yang berusia 17-25 tahun.

 

“Kami membatasi peserta sebanyak 60 orang. Namun kenyataannya, hari ini jumlahnya 70 orang yang didelegasikan oleh pesantren se-Sumenep. Mungkin kegiatan ini gratis, peserta melebihi kuota,” terangnya kepada NU Online Jatim.

 

Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Aengdake tersebut mengatakan, pihaknya mengundang narasumber yang kompeten di bidangnya. Di antaranya pengurus RMI NU dan pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Cabang Sumenep.

 

 

“Semoga peserta betah di pesantren dan menyerap beragam materi yang disampaikan oleh pemateri. Hal terpenting, usia mengikuti pelatihan ini, segera praktikkan di pesantrennya masing-masing,” harap dosen Fakultas Ushuluddin Instika Guluk-Guluk itu.

 

Materi dalam pelatihan konseling, yaitu konseling pesantren dan tugas konselor santri, memahami problem santri, memahami potensi santri, komunikasi efektif dalam konseling, prinsip dan teknik konseling, praktik konseling, Rencana Tindak Lanjut (RTL), evaluasi dan post test.


Editor:

Madura Terbaru