Home Metropolis Warta Pendidikan Malang Raya Pemerintahan Madura Parlemen Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Mitra Pustaka

Diskusi Publik, Upaya Bangkitkan Kemandirian Ekonomi Nahdliyin

Diskusi Publik, Upaya Bangkitkan Kemandirian Ekonomi Nahdliyin
Suasana Diskusi Publik yang diadakan PC Lakpesdam NU Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi).
Suasana Diskusi Publik yang diadakan PC Lakpesdam NU Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Sumenep realisasikan semarak Hari Santri Nasional (HSN) dengan menggelar diskusi publik. Tajuk yang diusung adalah ‘Membangun Kemandirian Ekonomi Warga demi Terwujudnya Tatanan Masyarakat yang Bermartabat dan Berkeadilan’, Jum’at (22/10/2021) sore di aula Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat.

 

Ketua Panitia HSN, Moh Halili menjelaskan, belum meratanya distribusi keadilan dalam bidang ekonomi merupakan salah satu dasar pelaksanaan kegiatan ini. Sebab sebagian warga NU dan kaum dhuafa tidak memiliki akses terhadap kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah di Sumenep.

 

“Kemandirian ekonomi warga kita masih belum maksimal. Masih ada warga yang tidak memiliki rumah layak huni, askes ke pendidikan terputus di tengah jalan, dan kesehatan. Sehingga kesempatan meraih pendidikan yang baik terhambat dan masyarakat cenderung memilih berobat alternatif dari pada faskes-faskes yang tersedia,” ungkap Wakil Ketua PCNU Sumenep itu saat memberi sambutan.

 

Tak hanya itu, sumber-sumber ekonomi masih berputar di kalangan tertentu dan SDA belum mampu memberikan dampak pada kesejahteraan yang berkeadilan.

 

“Usaha-usaha ekonomi masih cenderung didominasi korporasi. Bahkan berdirinya supermarket atau swalayan, secara pelan bisa mematikan warung-warung kecil. Problem ini menjadi PR bersama antara Ormas, aghniya, dan pemerintah untuk lebih peka dalam memproteksi dan melindungi masyarakat kecil. Satu-satu solusinya adalah ditumbuhkan kewirausahaan bersama seperti dibentuknya koperasi,” tutur mantan Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bluto itu.

 

Halili sapaanya menyatakan, lewat kajian ilmiah ini akan mempelopori dan menginisiasi tumbuh kembangnya usaha kecil yang berdaya.

 

“Mestinya warga kita belajar pada tipikal orang Cina yang dikenal pekerja keras dan ulet di dunia perekonomian. Apalagi ketika mendapatkan akses yang luas dari pemerintah, maka jadilah mereka penguasa-penguasa korporasi di Indonesia,” ujarnya.

 

Berangkat dari fenomena tersebut, alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo itu mengajak kepada warga NU untuk bangkit, saling menopang, dan mengokohkan guna mengembalikan derajat dan kemartabatan warga.

 

“Nahdlatut Tujjar yang dibangun oleh Almaghfurlah KH Abd Wahab Chasbullah merupakan embrio kemandirian ekonomi warga. Oleh karena itu, wajib muncul pengusaha-pengusaha dari kalangan Nahdliyin. Kita punya kemandirian dalam menyuplai kebutuhan warga tanpa bergantung pada produk orang lain. Warga kita bisa memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk menciptakan market sendiri,” pinta alumni Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka Bluto itu.

 

 

Dirinya berharap kepada pemerintah agar tidak mudah mengeluarkan regulasi apapun yang tidak menguntungkan masyarakat kecil. “Ingat, pemerataan adalah bentuk implementasi sila kelima,” tandasnya.

Terkait

Madura Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

Terkini