• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 1 Desember 2022

Madura

Rangkaian Hari Santri di Sumenep Diarahkan Kuatkan Ranting NU

Rangkaian Hari Santri di Sumenep Diarahkan Kuatkan Ranting NU
KH Pandji Taufiq, Ketua PCNU Sumenep (tengah) saat puncak HSN 2021. (Foto: NOJ/ Firdausi).
KH Pandji Taufiq, Ketua PCNU Sumenep (tengah) saat puncak HSN 2021. (Foto: NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2021 di Kabupaten Sumenep dikemas semi terbuka seiring dengan visi misi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) guna merealisasikan amanat Konferensi Cabang (Konfercab), yakni penguatan ranting.

 

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua PCNU Sumenep, KH A Pandji Taufiq saat memberi sambutan di acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Istighotsah hari puncak HSN, Senin (25/10) di aula setempat.

 

“Saat ini NU hadir sampai ke tingkat desa dan kampung, tak ada satupun yang luput dari kegiatan NU. Kami sengaja mengemas, agar kegiatan HSN tidak hanya dilaksanakan di tingkat kabupaten, tapi kami dorong ke tingkat kecamatan, desa, dan dusun,” ujurnya.

 

Saat Kiai Pandji memantau dan hadir ke setiap kegiatan HSN di semua tingkatan dan Badan Otonom NU, seluruh pengurus cabang hadir ke sana untuk menyapa masyarakat. Mulai dari jajaran syuriyah, tanfidziyah, dan lembaga sebagai departementasinya.

 

“Dari tahun 2015-2019 kami melaksanakannya bersama pemerintah, maka tahun ini dilaksanakan secara mandiri atau menggunakan kekuatan swadaya dan kemampuan pengurus. Kami ingin memulai tradisi baru bahwa lewat kerja sama kegiatan NU bisa terlaksana. Lebih baik menyembelih ayam sendiri dari pada menyembelih sapi atas sokongan orang lain,” ungkapnya.

 

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu ikut bangga pada pengurus dan panitia, karena kegiatan HSN melibatkan beberapa unsur di tingkat masyarakat, baik dari struktur dan kultur. Seperti bersinergi dengan pesantren, lembaga pendidikan, masjid, atau mushala.

 

“Momen ini harus ditumbuh kembangkan. Dengan merajut komunikasi dengan berbagai elemen kemasyarakatan, maka tak ada yang susah kegiatan NU dilaksanakan,” pintanya.

 

Menurut pandangannya, belum banyak PCNU yang sekuat tenaga organisasinya dihujamkan jati dirinya pada masyarakat. Sebab pemilik sejati NU adalah masyarakat.

 

“Kami hanya pelaksana, pemiliknya adalah warga NU di seluruh pelosok pedesaan. Oleh karena itu, mari kita songsong ini agar kita benar-benar hadir di dusun, desa, pesantren, LPI, masjid, mushala. Bila diarahkan ke tempat itu, Insyaallah akan menemukan jati dirinya,” ungkapnya.

 

Dirinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, sebab selama 25 hari berkeliling ke Majelis Wakil Cabang (MWC), Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU), dan Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PARNU). Bahkan sampai ke kepulauan. Hanya saja yang belum disambangi adalah kepulauan Raas dan Sapudi.

 

 

“Mudah-mudahan ada waktu yang cocok dan diatur lebih sempurna lagi sehingga kami bisa hadir ke sana. Semoga amal panitia dibalas oleh Allah SWT dan mudah-mudahan tahun depan lebih tepat lagi dosisnya kepada sesuatu yang dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga kemanfaatan NU benar-benar dirasakan oleh masyarakat akar rumput,” pungkasnya.


Editor:

Madura Terbaru