• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Madura

GP Ansor Pamekasan Ajak Banser Bendung Gerakan Terorisme

GP Ansor Pamekasan Ajak Banser Bendung Gerakan Terorisme
Moh Faridi saat menyampiakan sambutan. (Foto: NOJ/Syarofi)
Moh Faridi saat menyampiakan sambutan. (Foto: NOJ/Syarofi)

Pamekasan, NU Online Jatim

Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pamekasan mengajak seluruh anggota Banser untuk ikut andil membendung gerakan terorisme terutama di bumi gerbang salam. Ajakan itu disampaikan langsung oleh Moh Faridi, Wakil Ketua PC GP Ansor Pamekasan saat menyampaikan sambutan pada pelaksanaan Diklatsar Banser PAC Pasean sekaligus pelantikan PAC GP Ansor Pasean. Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sana Tengah, Pasean.



"Saya mengajak seluruh anggota Banser ikut serta membendung gerakan terorisme yang mulai masif di negeri kita. Bom dan adu domba terjadi dimana-mana, jangan sampai gerakan semacam ini masuk di tatanan kita apalagi di kampung-kampung," kata Faridi, sapaan akrabnya.



Kordinator Bidang Kaderisasi PC GP Ansor Pamekasan itu menilai, gerakan terorisme baik secara pemikirin maupun gerakan nyata harus di jauhkan dari masyarakat sebab sudah melenceng dari nilai-nilai yang diajarkan ulama dan kiai.
 

Dosen IAIN Madura itu juga mengungkapkan, jika Banser tidak ikut serta melakukan pembendungan terhadap gerakan terorisme, maka jangan salahkan generasi selanjutnya jika ada pemberontakan kepada negara.

"Maka yang akan dirugikan ada tiga, pemerintah yang sah, kedua ulama sebagai pemberi pondasi kebangsaan, dan terakhir masyarakat," ungkap Faridi.



Pada kesempatan itu, ia juga mengajak Banser di Pamekasan agar tetap bangga menjadi Banser.



"Cek saja, terorisme yang berjalan begitu panjang sejak tahun 2000 an hingga detik ini, tidak ada satupun di data kepolisian yang mengatakan Banser berbahaya untuk keutuhan NKRI. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk malu menjadi anggota Banser," tegasnya.



Ia berpesan kepada Banser agar menjadi garda terdepan dalam menjawab semua persoalan di negeri ini.



"TKR (Tentara Keamanan Rakyat) yang dibentuk tahun 1945 atas pemikiran ulama sekarang berubah menjadi TNI Polri, sedangkan Banser yang jauh berdiri sebelum tahun itu maka Banser harus ada di garda terdepan membantu dan menjawab semua persoalan negara dan tetap berkolaborasi," pesannya.

 

Faridi berharap Banser agar terus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menegakkan NKRI dan menjaga ulama.



"Semoga melalui diklat Banser semacam ini bisa membendung gerakan-gerakan teroris dan Banser bisa melanjutkan perjuangan ulama dan menjaga keutuhan NKRI," harapnya.

 

Editor: Risma Savhira


Madura Terbaru