• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 2 Oktober 2022

Madura

Gus A’ak, Pendekar Konservasi Gunung Jadi Pengurus LPBINU 2022-2027

Gus A’ak, Pendekar Konservasi Gunung Jadi Pengurus LPBINU 2022-2027
Gus A’ak Abdullah Al-Kudus, pengurus LPBINU 2022-2027. (Foto: Gusdurian.net)
Gus A’ak Abdullah Al-Kudus, pengurus LPBINU 2022-2027. (Foto: Gusdurian.net)

Sumenep, NU Online Jatim

Lembaga Pananggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) masa khidmah 2022-2027 resmi dikukuhkan di aula Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) Cipakat, Singaparna, Tasikmalaya, Kamis (24/03/2022).


Salah satu di antara pengurus LPBINU itu ada salah satu kader muda NU asal Kabupaten Lumajang. Yakni Gus A’ak Abdullah Al-Kudus yang dijuluki pendekar konservasi Gunung Lemongan.


Sosok kelahiran 12 Oktober 1974 itu merupakan dzurriyah pendiri Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep. Adapun silsilahnya, yaitu A'ak Abdullah Al-Kudus bin Kiai Mohammad Syafrawi binti Ny Masyrifah binti Ny Jauharatun Naqiyah binti Kiai Mohammad Syarqawi.


Suami dari Nyai Rida Fitria itu memiliki empat anak, yaitu Saka Laskar Mohammad, Divine Zidny Khirsyik, Soka Taqdis Adekeisya, dan Anagata Ken Haura Fathimah.


Masa kecilnya ia lalui dengan nyantri di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Ia juga seorang aktivis di beberapa organisasi, yaitu Perguruan Rakyat Merdeka (2005-sekarang); Laskar Hijau (2008-sekarang); Jaringan Gusdurian (2011-sekarang); dan Gusdurian Peduli (2019-sekarang).


Selain aktif di organisasi, ia juga mendapatkan beberapa penghargaan, antara lain, Satu Indonesia Award (2010); Santri Award (2012); dan 72 Icon Pancasila (2017).


Gus A’ak mengutarakan, ia cukup senang diberi ruang untuk mengabdi di NU. Menurutnya, berkat pengabdiannya dalam mengelola lembaga sosial kemanusiaan milik keluarga KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang bernama Gusdurian Peduli, ia akhirnya diamanahi mengabdi di LPBINU.


“Kami yang jadi Ketua Umum Gusdurian Peduli cukup senang bisa berkhidmat di NU lewat LPBINU,” ujarnya saat dikonfirmasi NU Online Jatim, Jum’at (25/03/2022).


Tak hanya itu, ia memulai aksi kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan terhitung sejak tahun 1997 hingga saat ini. “Belum se-Indonesia, tapi nyaris kami hadir saat Indonesia dilanda bencana alam,” terangnya.
 


Dirinya mengatakan, program LPBINU tidak lepas dari bidang penanggulangan bencana, perubahan iklim dan pelestarian lingkungan hidup. “Kami belum tahu program yang akan kami jalankan, karena saat ini masih Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Yang jelas, kami deskripsikan LPBINU akan fokus pada pelestarian lingkungan hidup, mitigasi dan penanganan bencana alam,” tandasnya.


Madura Terbaru