• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Malang Raya

LFNU Jatim Jadwalkan Rukyatul Hilal pada 1 April 2022

LFNU Jatim Jadwalkan Rukyatul Hilal pada 1 April 2022
Proses pemantauan rukyatul hilal oleh NU. (Foto: NOJ/ Istimewa)
Proses pemantauan rukyatul hilal oleh NU. (Foto: NOJ/ Istimewa)

Malang, NU Online Jatim

Bulan suci Ramadhan 1443 Hijriyah tinggal menghitung hari. Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jawa Timur bakal menggelar penetapan 1 Ramadhan melalui rukyatul hilal pada 01 April 2022.


Ketua PW LFNU Jatim, KH Shofiullah mengatakan, pada prinsipnya sama dengan LF Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yaitu masuknya awal Ramadhan berdasarkan Rukyatul Hilal. Ini merupakan salah satu cara penetapan bergantinya tanggal melalui pandangan kasat mata yang dibantu dengan alat.


"Pada tanggal 29 Sya'ban bertepatan pada tanggal 1 April 2022 kita melaksanakan Rukyatul Hilal," kata Kiai Shofiullah, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.


Menurutnya, bila berhasil rukyat tanggal 1 ramadhan, maka masuk Ramadhan setelah pemantauan yaitu tanggal 02 April 2022. Sementara shalat tarawih tanggal 2 April 2022 malam. "Kalau tidak bisa berhasil di seluruh Indonesia, otomatis nanti 1 Ramadhan mundur 3 April 2022," ungkapnya.


Titik pemantauan ada sekitar 27 hingga 29 lokasi yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur. Di antaranya dari Bukit Condrodipo Gresik, Pantai Ngliyep Malang, dan Tanjung Kodok Lamongan.


"Lalu Bukit Wonokitri, Pantai Srau Pacitan, juga nanti ada dari Banyuwangi," ujarnya.


Pihaknya mengaku untuk bulan April mendatang dalam Rukyatul Hilal diprediksi kemungkinan mendung masih ada. Tetapi di NU menganut 'rukyatul hukmi' yaitu tidak hanya mengandalkan titik di Jawa Timur, tetapi titik dari Sabang sampai Merauke.


"Antisipasi mendung, kita sudah ada semacam grup untuk berkoordinasi, saling memberikan informasi terkait rukyat yang dilakukan bersama-sama. Yang jelas laporan terakhir titik yang paling barat adalah Aceh," terangnya.


Sementara yang terlibat untuk pemantauan rukyatul hilal berasal dari NU dan Lajnah Falakiyah di beberapa pesantren. Termasuk dari UIN Sunan Ampel Surabaya yang rutin ikut melakukan Rukyatul Hilal.


"Di samping juga ada pegiat falakiyah, alumni kaderisasi setahun dua kali. Inilah yang juga kami mohon kepada mereka untuk ikut serta melakukan rukyatul hilal," papar Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda IV Kepanjen Kabupaten Malang ini.


Kiai Shofiullah menambahkan, perbedaan penetapan 1 Ramadhan 1443 H merupakan hal yang pasti terjadi. Karena sama-sama mempunyai pedoman dalam penentuan masuknya untuk berpuasa.
 


“Namun, hal tersebut hendaknya tidak menjadi persoalan, karena niatnya sama mengharap keberkahan Allah SWT. Yang penting saling menghormati dan tidak mencela satu sama lain,” tandasnya.


Malang Raya Terbaru