• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Maret 2024

Madura

Ketua LDNU Sumenep Pesan agar Dahulukan Perilaku Kemanusiaan

Ketua LDNU Sumenep Pesan agar Dahulukan Perilaku Kemanusiaan
Ketua LDNU Sumenep, Kiai Imam Sutaji, saat ceramah di Kepulauan Gayam, Sumenep, Rabu (22/11/2023) malam. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Ketua LDNU Sumenep, Kiai Imam Sutaji, saat ceramah di Kepulauan Gayam, Sumenep, Rabu (22/11/2023) malam. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Sumenep Kiai Imam Sutaji mengatakan, jika perilaku kemanusiaan bertentangan dengan keberagamaan, maka yang harus didahulukan adalah perilaku kemanusiaannya.

 

“Ini selaras dengan pesan masyayikh kita mengajarkan kita untuk memperkuat ukhuwah An-Nahdliyah, Islamiyah, Wathaniyah, dan Basyariyah,” ujarnya saat mengisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Istighotsah Santri, di halaman Pasar Kewedanan Kepulauan Gayam, Sumenep, Rabu (22/11/2023) malam.

 

Sebelum diangkat menjadi nabi, lanjutnya, Rasulullah sering mewujudkan sikap kemanusiaannya di masa Jahiliyah. “Di kala orang Arab berbohong, Rasulullah tampil sebagai orang jujur, sehingga beliau dijuluki Al-Amien atau orang yang dapat dipercaya. Kejujuran inilah yang diajarkan oleh masyayikh NU,” terangnya.

 

Selain itu, alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep ini mengutarakan, bahwa dakwah nabi sebagaimana yang diteruskan oleh ulama, tidak pernah sedikitpun menyinggung perasaan orang lain. Jangan sampai gara-gara agama, nilai-nilai kemanusiaan hancur.

 

“Jika agama mencabik-cabik nilai-nilai manusia, lalu apa tujuan agama yang sebenarnya? Orang yang beragama tidak mungkin kebingungan. Jika demikian, berarti orang itu tidak terlalu dalam memahami agama. Mari kita perbanyak mengaji untuk menguatkan keagamaan,” pintanya.

 

Ia menjelaskan, sila kedua pada Pancasila yang berbunyi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab adalah cita-cita bangsa dan sesuai dengan ajaran Islam. Oleh karenanya para syuhada berperang melawan penjajah demi kemerdekaan Indonesia.

 

Diceritakan, dahulu kala negara ini tidak bernama Indonesia, tetapi Nusantara. Setelah deklarasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 yang disampaikan lewat radio, penjajah datang kembali ke Indonesia.

 

Dalam kondisi terjepit itu, para founding father sowan ke Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari. Dari sanalah Rais Akbar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengeluarkan fatwa Resolusi Jihad bahwa membela tanah air hukumnya wajib bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

“Kemerdekaan Indonesia bukan karena pemberian, tapi karena peperangan yang dilakukan oleh pendahulu kita yakni kiai dan santri. Ingat, santri tidak sama dengan siswa. Santri adalah status yang melekat selama-lamanya pada kita. Jadi, pemilik saham Indonesia adalah santri,” tuturnya kepada pengurus NU se-Kecamatan Gayam ini.

 

Diketahui, dalam kegiatan tersebut dilaksanakan aksi penggalangan dana untuk rakyat Palestina. Donasi kemanusiaan itu dihimpun oleh NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gayam dan terkumpul dana Rp4.771.000.


Madura Terbaru