• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Tapal Kuda

LDNU Lumajang Ungkap Contoh Ahli Maksiat yang Ditipu Ucapannya

LDNU Lumajang Ungkap Contoh Ahli Maksiat yang Ditipu Ucapannya
Kiai Hasbullah Huda pengurus LDNU Lumajang. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)
Kiai Hasbullah Huda pengurus LDNU Lumajang. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)

Lumajang, NU Online Jatim

Selain Nabi Muhammad SAW, tidak ada manusia yang luput dari dosa. Ia pun harus mempertanggung jawabkan dosanya kelak di akhirat. Hal ini tentu karena ia tertipu dengan dosa yang diperbuatnya, sehingga terlena dengan kemaksiatan.


Untuk itu, Kiai Hasbullah Huda pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Lumajang menjelaskan beberapa contoh ahli maksiat yang tertipu akan ucapannya. Hal ini disampaikannya saat kajian Kitab Risalatul Muhlikat Wal Munjiat di studio Media Center An-Nahdloh (MCN) di Gedung NU 1, Jalan Alun-alun Timur, Lumajang, Selasa (08/03/2022).


Di antaranya ialah ahli maksiat yang melakukan tobat dan beristighfar dengan lisan tapi tidak mengetahui persyaratan tobat. Semisal, menyesal, meminta ampun, dan komitmen untuk tidak mengulangi lagi.


“Sehingga, ia terus saja mengulang kemaksiatan yang sama, sedang dihatinya merasa sudah diampuni dosanya," ujar Kiai Huda.


Kiai Huda menambahkan, ada juga ahli maksiat yang sembrono dan terus menerus melakukan kemaksiatan sehingga kewajiban ibadahnya pun ditinggalkan. Dan anehnya, dalam hatinya terbersit jika semua perbuatannya adalah takdir Allah, sehingga menanggalkan usaha untuk lepas dari jerat dosa.


"Yang seperti ini menurut ulama bukan termasuk Ahlussunnah wal Jamaah, justru termasuk ahli bid'ah. Karena sudah banyak berbuat maksiat, tapi ia masih mengatakan takdir tuhan tanpa usaha meninggalkan maksiat," lanjutnya.


Bahkan, di satu sisi dirinya berdalih atas kemaksiatannya itu, bahwa Allah tidak akan turun derajatnya sebab kemaksiatannya, dan sebaliknya Allah tidak akan tambah tinggi derajatnya sebab ibadahnya.


"Itu konyol dan mengakibatkan celakanya diri di akhirat, karena ada unsur meremehkan. Ini ucapan yang dibuat setan yang dimaksudkan untuk memutus ampunan Allah supaya ia idak mau berusaha untuk tobat meski diperintahkan," tegasnya.


Disebutkan, di antara model tertipunya ahli maksiat ialah karena dirinya bersandar atas kebaikan ayah, kakek dan leluhurnya. Derajat tinggi leluhurnya membuatnya terlena akan kemaksiatan yang dilakukan, sehingga dirinya lupa dan jauh dari yang diajarkan leluhur.
 


"Ini sangat tercela dan bodoh. Yang hampir sama dengan hal itu adalah mengandalkan kedekatan dan khidmahnya kepada orang-orang soleh. Jangan khidmahnya saja, tapi tirulah amaliyah para solihin, bukan hanya dekat saja," pungkasnya.


Tapal Kuda Terbaru