• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 26 September 2022

Tapal Kuda

LDNU Lumajang Jelaskan Sifat-sifat Orang yang Tertipu

LDNU Lumajang Jelaskan Sifat-sifat Orang yang Tertipu
Kiai Hasbullah Huda, pengurus LDNU Lumajang. (Foto: NOJ/ LTNNU Lumajang)
Kiai Hasbullah Huda, pengurus LDNU Lumajang. (Foto: NOJ/ LTNNU Lumajang)

Lumajang, NU Online Jatim

Kiai Hasbullah Huda, pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Lumajang menjelaskan sifat-sifat orang yang tertipu dalam kehidupan yang dijalani. Dan hal ini, menurutnya termasuk salah satu perusak hati yang sangat berbahaya dan harus dihindari.

 

Penekanan tersebut disampaikan saat acara kajian virtual kitab Risalatul Muhlikat wal Munjiat pada Selasa (15/02/2022) malam, di studio Media Center An-Nahdloh (MCN) gedung NU I Jalan Alun-alun Timur Lumajang.

 

"Allah menjelaskan mengenai sifat orang yang tertipu dalam surat Al-Kahfi ayat 102-104. Mereka orang yang paling rugi dalam amalnya karena sia-sia. Sedangkan perasaan mereka yang dilakukan itu baik, padahal tersesat," jelasnya.

 

Perbuatan menipu menurut Kiai Huda adalah perbuatan seseorang yang menyamarkan dan mengaburkan dirinya, dan menampakkan perkara yang tidak ada pada dirinya. Hal ini sering dilakukan oleh orang-orang munafiq yang menyembunyikan jati dirinya.

 

"Dalam Surat Al-Hadid diceritakan, mereka orang-orang munafiq ini memanggil orang-orang mukmin saat di akhirat. Mereka bertanya keadaan mereka yang celaka di akhirat, padahal saat di dunia mereka selalu bersama orang mukmin, shalat bersama, jihad bersama dan lain sebagainya," lanjut Kiai Huda.

 

Ia menyebutkan, kesengsaraan itu disebabkan amal mereka yang hangus sia-sia karena mereka menipu dirinya sendiri, menyembunyikan jati diri, dan niat jelek yang selalu mereka simpan dalam hati.

 

Kiai Huda yang juga Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sukodono ini menambahkan, bahwa hanya pujian pemimpinnya yang mereka inginkan tanpa sedikitpun rasa iman dan takwa kepada Allah.

 

"Sehingga saat kematian datang mereka tetap seperti itu, inginnya dipuji saja biar dikira orang mukmin, akhirnya semua tertolak oleh Allah karena kalah dengan tipuan syaitan," tegas Kiai Huda.

 

Lebih rinci, Kiai Huda menyebutkan faktor seseorang menjadi tertipu di antaranya adalah lemah ilmu. Disebutkan, bahwa ia banyak ilmu tapi kurang memahami hakikat agama dan kurang peka terhadap akibat perbuatannya, sehingga tidak dapat membedakan godaan dari syaitan.

 

"Yang jelas dia kalah dengan nafsunya. Hatinya merasa aman dari pantauan Allah," imbuh Kiai Huda.

 

Oleh kerena itu, Kiai Huda berpesan agar tidak tertipu maka harus menjadi orang cerdas seperti yang dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dari Sahabat Abu Ya'la Syaddad bin Aus, yaitu mereka yang suka mengoreksi diri sendiri kemudian beramal baik untuk bekal kematian.

  

"Jangan jadi orang lemah, yaitu orang yang suka mengikuti kesenangan hawa nafsunya dan berangan-angan kosong kepada Allah. Amalnya jelek, tak pernah berbuat baik, selalu mengikuti hawa nafsu tapi harapannya tak sesuai dengan amalnya," pungkasnya.


Tapal Kuda Terbaru