• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Tapal Kuda

NU Peduli Semeru

LPBINU Lumajang Pasang Listrik Tenaga Matahari Mushala di Semeru

LPBINU Lumajang Pasang Listrik Tenaga Matahari Mushala di Semeru
Relawan LPBINU Lumajang saat melakukan pemasangan listrik tenaga matahari pada mushala di kawasan Semeru. (Foto: NOJ/Imam Malik Hakim)
Relawan LPBINU Lumajang saat melakukan pemasangan listrik tenaga matahari pada mushala di kawasan Semeru. (Foto: NOJ/Imam Malik Hakim)

Lumajang, NU Online Jatim

Lembaga Penangulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Lumajang melakukan pemasangan listrik tenaga matahari pada mushala di kawasan Gunung Semeru. Pemasangan listrik itu dilakukan bersama dengan warga sekitar dan beberapa relawan lain dari Pasuruan hingga Bali. Salah satu mushala sasarannya ialah Mushala NU ‘Mbah Yai Seddek’, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Sabtu (12/02/2022).

 

Ketua PC LPBINU Kabupaten Lumajang, Abdul Majid Riduwan mengatakan, bahwa mushala tersebut dipasang listrik tenaga matahari karena alat tersebut sangat awet. Selain itu juga dapat menerangi rumah-rumah warga di sekitar mushala.

 

“Bahkan, listrik ini sangat ramah lingkungan dan murah, mengingat selama ini warga menggunakan penerangan dengan minyak atau sumber tenaga fosil,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, inisiatif yang dilakukan oleh relawan LPBINU Lumajang ini semata untuk membantu warga dalam kebutuhan listrik. Menurutnya, perawatan listrik jenis ini hemat biaya, karena cukup mengganti lampu saja bila rusak.

 

“Dengan pemasangan alat ini warga tidak perlu lagi menggunakan bahan bakar minyak (BBM) atau sejenisnya sebagai sumber penerangan warga sebelumnya,” ungkapnya.

 

Dirinya pun berharap, program ini bisa dilakukan secara berkelanjutan, serta masyarakat dapat menikmatinya. Utamanya di mushala-mushala yang digunakan untuk mengaji dan menunaikan ibadah lainnya.

 

“Karena di situ banyak anak-anak mengaji, dan warga lainnya melakukan aktifitas keagamaan yang berhaluan Ahlusunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” pungkasnya.


Tapal Kuda Terbaru