• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Madura

Ketua PWNU Jatim Ungkap Kiprah Kiai Fakhri Lawan Wahabi

Ketua PWNU Jatim Ungkap Kiprah Kiai Fakhri Lawan Wahabi
Kiai Marzuki saat menghadiri tahlil hari ke-4 Ra Fakhri. (Foto: NOJ/yt)
Kiai Marzuki saat menghadiri tahlil hari ke-4 Ra Fakhri. (Foto: NOJ/yt)

Bangkalan, NU Online Jatim
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar ungkap cara cerdas almarhum RKH Fakhrillah Aschal melawan aliran wahabi ketika menyerang Bangkalan. Hal itu disampaikan saat takziah sekaligus menghadiri tahlil hari ke-4 wafatnya RKH Fakhrillah Schal di Pondok Pesantren Syaikhona Moh Kholil Bangkalan.

 

"Kami dari jauh melihat kebaikan yang dilakukan oleh almarhum Kiai Fakhri saat Bangkalan mulai diserang wahabi dan yang lain. Almarhum tampil dengan menggencarkan Bangkalan bersholawat. Sehingga mudah sekali menangkal wahabi," kata Kiai Marzuki pada Selasa, (17/05/2022).

 

Menurutnya, aliran wahabi yang semula menyerang sedikit-sedikit akan menyingkir asalkan Bangkalan bersholawat tetap dijalankan. Ini karena karakter wahabi sendiri yang tidak mau dengan maulid Nabi.

 

"Luar biasa Kiai Fakhri punya cara cerdas bagaimana melawan wahabi tanpa harus bertengkar sesama muslim, tanpa harus berkonflik sesama maduranya dengan cukup mengadakan program Bangkalan bersholawat," jelasnya.

 

Program Bangkalan bersholawat yang digerakkan oleh Kiai Fakhri ini kemudian disambut baik oleh masyarakat. Banyak yang meminta Kiai Fakhri datang ke berbagai daerah untuk menggelar majelis pembacaan sholawat bersama. Bahkan, Rais Syuriah PCNU Bangkalan tersebut dalam sehari bisa datang ke 15 tempat acara.

 

"Sehari bisa 15 titik dan Kiai Fakhri mendatangi semua 15 titik itu. Kiai yang lain tidak mampu seperti Ra Fakhri," tutur Kiai Marzuki.

 

Bukan hanya itu, ketika melihat masyarakat awam sedikit banyak mulai berpaling dari agama, maka Kiai Fakhri punya cara cerdas supaya masyarakat mau mendekat di majelis keagamaan.

 

"Kiai Fakhri membawa cincin dan tas banyak ketika pengajian, kemudian dibagikan kepada jamaah yang dekat dengan mimbar. Maka yang ingin tabarrukan ke Kiai Fakhri tentu mendekat ke mimbar. Ini artinya Kiai Fakhri rela mengeluarkan sesuatu yang berharga demi berdakwah di jalan Allah," terangnya.

 

Cara dakwah yang demikian menurut Kiai Marzuki adalah cara yang cerdas untuk menarik masyarakat agar mau untuk ngaji.

 

"Ini cara cerdas, kami dari PWNU Jatim sendiri belum terpikirkan sama sekali. Semoga almarhum diridhai Allah, dirahmati Allah, kalaupun ada kesalahan semoga diampuni oleh Allah dan diangkat derajatnya. Dan semoga semuanya itu juga dilimpahkan kepada kita," pungkasnya.


Madura Terbaru