• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 25 Mei 2022

Madura

Nahdliyin di Sumenep Diajak Resapi Makna Hari Santri Nasional

Nahdliyin di Sumenep Diajak Resapi Makna Hari Santri Nasional
KH Zarkasyi Abdurrahim pada pembukaan Hari Santri Nasional di MWCNU Pragaan, Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)
KH Zarkasyi Abdurrahim pada pembukaan Hari Santri Nasional di MWCNU Pragaan, Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Kabupaten Sumenep, menggelar grand opening Hari Santri Nasional (HSN) 2021 di Aula MWCNU setempat pada Kamis (07/10/2021) malam. Pembukaan ditandai dengan pembacaan surat Fatihah yang dipimpin oleh KH Zarkasyi Abdurrahim selaku Rais MWCNU Pragaan.

 

Kiai Zarkasyi mendoakan pengurus agar diberikan energi dan kesehatan lahir-batin, terutama sehat akal. Dia juga berharap akal sehat yang dikaruniakan Allah bisa terus dipertahankan sehingga bisa berkiprah dan berkhidmat di organisasi NU.

 

“Perlu diketahui, di antara misi utama Nabi dilahirkan di Arab untuk mengembalikan akal manusia sehingga menyadari keutamaan dan kelebihan yang ia miliki. akal manusia memiliki keutamaan dan kelebihan. Jika ada seseorang yang bertanya, kenapa harus ada agama. Maka ia menjawab bahwa manusia memiliki akal,” katanya.

 

“Akal dan agama harus dipertemukan dan tidak bisa dipisahkan. Wajar jika NU memiliki predikat jam’iyah diniyah. Tidak akan sempurna agama seseorang sampai benar-benar sempurna akalnya. Jika akal tanpa agama, akan terjadi ketersesatan, putus hubungan dengan Allah dan Nabi-Nya, tidak terjangkau perkara keakhiratan dan manusia tidak tau arah,” tambah Kiai Zarkasyi.

 

Alumni Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan itu menambahkan, bila berpegang pada agama, namun tidak dibarengi akal sehat, maka yang akan terjadi adalah pengertian yang terbalik, mampu bertingkah tapi pincang, dan kesabaran serba pas-pasan.

 

“Saya yakin, pengurus yang eksis dengan kiprahnya di NU, insya Allah eksis karena mengedepankan akal sehat. Tanpa akal sehat, mungkin kita sulit bertumbuh, berdaya, dan berkarya. Mudah-mudahan kita semua diberikan kekuatan guna mempertahankan mesin akal sehat ini menjadi penyokong utama dari semua kiprah kita di NU,” pungkas Kiai Zarkasyi.


Madura Terbaru