• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 26 Mei 2022

Madura

Nahdliyin di Sumenep Diajak Jadi Manusia Sabiq dan Lahiq

Nahdliyin di Sumenep Diajak Jadi Manusia Sabiq dan Lahiq
Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba'abud mengajak Nahdliyin di Kabupaten Sumenep agar menjadi manusia Lahiq dan Sabiq. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba'abud mengajak Nahdliyin di Kabupaten Sumenep agar menjadi manusia Lahiq dan Sabiq. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Penceramah Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba'abud asal Kraksaan, Probolinggo mengajak warga NU di Kabupaten Sumenep agar bisa termasuk dalam golongan manusia yang Sabiq dan Lahiq.

 

Hal tersebut disampaikan Habib Abdul Qodir Ba’abud saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan oleh Takmir Mushala Al-Falah Dusun Cecce’ Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Senin (04/10/2021) malam.  

 

Mengutip pesan Habib Ahmad bin Umar bin Smith, Habib Abdul Qodir menyebutkan bahwa terdapat tiga golongan manusia di dunia. Pertama, sabiq, yakni orang yang bisa mendahului atau mengungguli leluhurnya. “Semisal tingkat ibadahnya lebih baik daripada orang tuanya atau lainnya,” ujarnya.

 

Kedua, disebut lahiq. Adalah orang yang amalnya diangkat atau disamakan dengan leluhurnya. Sedang ketiga, ialah mahiq. Yakni orang yang menghapus sejarah dan amalan leluhurnya.,” tuturnya saat menyampaikan pesan

 

Habib Abdul Qodir menerangkan, orang dikatakan lahiq jika mengamalkan ajaran leluhurnya, seperti tahlil, sarwah, maulid, dan sejenisnya. Selain itu juga menyebarkan thoriqoh serta membaca sejarah dan kitab-kitabnya.

 

“Jangan sampai kita menjadi manusia yang mahiq, yakni dengan meninggalkan nilai-nilai agama dari leluhur, berteman dengan orang buruk akhlaknya, dan menyimpang dari ajaran leluhur,” pintanya.

 

Selain itu, Habib Abdul Qodir memberikan tips agar Nahdliyin bisa mengungguli leluhurnya. Di antara caranya yaitu rajin membaca Al-Qur’an, cinta kepada Nabi, berdakwah di jalan Allah dan Nabi-Nya, serta berbakti kepada orang tua.

 

“Lantas, bagaimana cara kita agar bisa mencintai Nabi? Caranya adalah dengan memperbanyak membaca shalawat dan mencintai keluarga-keluarga Nabi Muhammad SAW,” terang Habib Abdul Qodir.

 

Karena dengan mencintai keluarga atau dzurriyah Nabi, menurut Habib Abdul Qodir, setiap manusia akan diberikan kemudahan saat sakaratul maut dan timbangannya akan diringankan oleh Allah SWT.

 

 

“Tidak hanya itu, ia juga akan diberikan kemudahan saat di jembatan siratul mustaqim, dan yang lainnya,” tandasnya.


Madura Terbaru