• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 25 Mei 2022

Madura

Hari Santri 2021, LKNU Sumenep Gelar Sekolah Kesehatan

Hari Santri 2021, LKNU Sumenep Gelar Sekolah Kesehatan
Sekolah Kesehatan yang digelar LKNU Sumenep dalam serangkaian Hari Santri 2021 PCNU Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Sekolah Kesehatan yang digelar LKNU Sumenep dalam serangkaian Hari Santri 2021 PCNU Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Sumenep menggelar Sekolah Kesehatan. Acara yang mengusung tema ‘Revitalisasi Tenaga Kesehatan Masyarakat di Era Pandemi’ ini dipusatkan di aula kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat, Ahad (03/10/2021).

 

Ketua LKNU Sumenep, Ediyanto mengutarakan kegiatan ini termasuk serangkaian Hari Santri 2021 PCNU Sumenep. Tujuannya untuk membentuk kader-kader tenaga kesehatan non medis, serta menguatkan energi tenaga kesehatan medis dan non medis.

 

“Peserta yan disasar dalam kegiatan ini ialah kader atau pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Sumenep,” ujarnya kepada NU Online Jatim.

 

Edi menegaskan, kegiatan ini penting dilakukan mengingat kondisi masyarakat saat ini semakin rentan tertular penyakit yang disebabkan oleh berbagai varian virus.

 

Dikatakan, Covid-19 yang melanda Indonesia telah menyebabkan perubahan yang sangat signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Baik dalam hal cara berpikir, cara berperilaku hidup sehat, dan cara bekerja, terutama dalam bidang kesehatan.

 

“Semoga sekolah kesehatan ini bisa bermafaat bagi peserta dan bisa dipraktikkan di masing-masing MWCNU,” ungkapnya.

 

Ia menyebutkan, sesi pertama materi disampaikan oleh H As'ad selaku Ketua Persatuan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) Sumenep dan H Holifatullah  dari Keluarga Besar Ruqyah Aswaja (KBRA) Sumenep. Keduanya masing-masing menyampaikan materi sejarah pengobatan dalam perspektif kesehatan modern dan thibbun nabawi.

 

 

“Untuk sesi kedua, H Yusuf Efendi seorang Herbalis yang mengenalkan manfaat tanaman herbal, sedangSuhartono praktisi KBRA, membahas manfaat ruqyah dan bekam, serta praktiknya,” pungkasnya.


Madura Terbaru