• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 30 Juni 2022

Madura

Sasar Guru PAUD, Mahasiswa Instika Gelar Seminar Pendidikan

Sasar Guru PAUD, Mahasiswa Instika Gelar Seminar Pendidikan
Seminar Pendidikan yang digelar mahasiswa Instika Guluk-Guluk, Sumenep menyasar guru PAUD. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Seminar Pendidikan yang digelar mahasiswa Instika Guluk-Guluk, Sumenep menyasar guru PAUD. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integratif Posko 66 Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk, Sumenep melaksanakan Seminar Pendidikan. Kegiatan tersebut menyasar guru atau Kepala Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kecamatan Pragaan.

 

Kegiatan yang mengusung tema ‘Pengembangan Potensi Anak dengan Pendidikan Cinta’ ini dipusatkan di Balai Desa Prenduan, Pragaan, Sumenep, Ahad (26/09/2021).

 

Ketua Bidang Pendidikan Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Pamekasan, Ny Hj Durriyatul Millah yang didaulat sebagai narasumber menjelaskan, berdasarkan Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan itu diselenggarakan secara demokratis dengan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM), nilai budaya, kultural, dan kemajemukan bangsa.

 

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka kasih sayang,” tuturnya saat menyitir Surat Maryam ayat 96.

 

Berangkat dari ayat tersebut, dirinya memberikan tips terkait tata cara mengembangkan potensi anak usia dini dalam perspektif Islam.

 

“Yakni, ibu harus menjadi teladan bagi anak-anak. Lalu adat kebiasaan positif harus terus dipertahankan. Baik di lingkungan sekolah atau pun di rumah,” ungkap dosen Instika Guluk-Guluk itu.

 

Ia menambahkan, bahwa hendaknya tidak pernah merasa bosan memberikan nasihat pada anak. Serta mengawasi dan memperhatikan perkembangannya. Baik di dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.

 

Jika anak bersikap nakal, jangan segan-segan untuk memberinya hukuman. Namun demikian, hukuman tersebut harus mengedukasi anak tersebut. “Sekali-kali kita berikan hukuman pada anak, agar anak menyadari bahwa yang dilakukannya salah,” tandasnya.


Madura Terbaru