• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 9 Agustus 2022

Madura

Kiai Panji: Tugas NU Menguatkan Akar dan Merimbunkan Daun

Kiai Panji: Tugas NU Menguatkan Akar dan Merimbunkan Daun
Kiai Panji Taufiq, Ketua PCNU Sumenep dalam acara Konferensi MWC NU Lenteng, Ahad (03/09/2021). (Foto: NOJ/Firdausi)
Kiai Panji Taufiq, Ketua PCNU Sumenep dalam acara Konferensi MWC NU Lenteng, Ahad (03/09/2021). (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Ketua Pengurus Cabang NU Sumenep KH A Panji Taufiq mengatakan bahwa tugas NU adalah melakukan penguatan nilai-nilai Aswaja di tingkat basis. Ibaratnya, menguatkan akar sehingga dengan demikian daun-daun menjadi rimbun di pohon bernama NU.

 

"Pohon yang rimbun daunnya kalau akarnya kuat. Tugas NU menguatkan akar, agar daunnya rimbun dan buahnya subur," kata Kiai Panji dalam sambutan di acara Konferensi Majelis Wakil Cabang NU Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Ahad (03/10/2021).

 

Dia mengingatkan kembali amanat Konferensi Cabang NU Sumenep tahun lalu, yaitu bagaiaman NU hadir di tengah masyarakat.

 

“Bukan hanya ada kepengurusannya, tapi NU hadir menjawab kebutuhan warga dengan program nyata. Ingat, konferensi bukan pilkades. Bukan hanya memilih pemimpin, tapi membicarakan bagaimana memajukan organisasi, menguatkan ranting," tandasnya.

 

Menurut alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu, yang tampak besar di medsos adalah jumlah NU. Namun masih kecil kehadirannya untuk menjawab persoalan umat. Karena itu, momen Hari Santri kali ini jangan hanya dijadikan seremoni saja. Tapi kesantrian harus jadi watak dan perilaku kehidupan kebangsaan.

 

Kiai Pandji mengapresiasi terbangunnya kantor MWCNU Lenteng yang disebutnya berkah Shalawat Nariyah yang selalu dibaca setiap bulan sekali sebanyak 4444 kali oleh pengurus.

 

Kepada alumni pesantren, Kiai Panji mengimbau kepada seluruh alumni pesantren untuk turun gunung dan mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.

 

"KH Ahmad Basyir AS, KH Moh Ishomuddin AS, KH A Warits Ilyas meninggal ketika sedang menjadi pengurus struktural PCNU. Tidak ada alasan bagi santri untuk tidak mengikuti jejak keorganisasiannya, terlebih santrinya," pungkas Kiai Panji.


Madura Terbaru