• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Madura

NU Sumenep Dorong Terbentuknya Pengurus Anak Ranting

NU Sumenep Dorong Terbentuknya Pengurus Anak Ranting
Ketua Korbid Pengkaderan PCNU Sumenep mendorong MWCNU membentuk pengurus anak ranting. (Foto: NOJ/Firdausi)
Ketua Korbid Pengkaderan PCNU Sumenep mendorong MWCNU membentuk pengurus anak ranting. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) dan Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PARNU) merupakan struktur paling bawah dalam jam'iyah. Mereka yang secara langsung berhadapan dengan masyarakat.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep membentuk tim yang terdiri dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU), NU Care - Lembaga Amil
Zakat Infaq, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU), dan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU).

 

Keempat lembaga tersebut melakukan safari ke setiap Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dengan didampingi oleh Ketua Koordinator Bidang (Korbid) Pengkaderan. Dan pada Kamis (17/06/2021), tim menyapa MWCNU Pragaan.

Disampaikan Ketua Korbid Pengkaderan PCNU Sumenep, Abd Warits bahwa keempat lembaga ini memiliki misi yang sama dalam pembentukan PARNU. Di mana Lakpesdam NU bisa mengembangkan sumber daya manusia dalam konteks kapasitas kelembagaan NU. Kemudian LTMNU akan menguatkan takmir masjid.

"Masjid adalah benteng NU dan sentral umat Islam yang di dalamnya terdapat kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Kami berpikir bagaimana ke depan masjid dijadikan PARNU yang bisa menjadi wadah pengembangan amaliah, fikrah, dan harakah NU," katanya.

Tak sampai di situ, berdasarkan analisis tim, warga NU di daratan notabenenya petani. Karenanya, LPPNU juga hadir untuk membentuk kelompok tani berbasis masjid. Juga LAZISNU yang akan mendorong
kemandirian dan swadaya warga, sehingga taraf hidupnya semakin meningkat.

"Dari sinilah kami keliling ke masing-masing MWCNU demi pemetaan. Hasilnya adalah Pragaan, Gapura, dan Kota Sumenep yang memiliki peluang besar untuk membentuk PAR NU sebanyak-banyaknya," jelas dia.

Mantan Ketua PC Lakpesdam NU Sumenep tersebut mengutarakan bahwa Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (KPNU) bisa menguatkan sektor dusun.

"Kami akan mendayagunakan alumni KPNU dalam konteks PARNU berbasis masjid atau mushala. Lakpesdam menguatakn SDM-nya, LAZISNU mendorong kemandiriannya. Sedangkan LPPNU kelak akan meluncurkan kelompok taninya, dan LTMNU menguatkan struktur takmirnya," ungkapnya.

Dirinya menegaskan bahwa tim ini mendapat restu dari Ketua PCNU Sumenep untuk membentuk kelompok tani. Karena pengurus harian dan tim sudah berkomunikasi dengan pemerintah daerah dan dinas petanian demi mendapatkan payung hukum.

"Inilah pilot project kami, karena di Pragaan ada 200 lebih kader KPNU di 15 PRNU. Jika dibagi setiap desa, rata-rata ada 10 kader. Nah kader tersebut akan mendirikan dua PAR NU. Kami yakin, MWCNU dan PRNU memiliki kemampuan untuk mendorong kader," katanya optimis.

Dirinya melanjutkan, berdasarkan data bahwa rata-rata masjid di setiap desa tidak lebih dari lima. Bisa jadi dalam satu dusun ada dua masjid.

"Ada 1600an masjid di Sumenep. Setelah kami kalkulasi, setiap masjid bisa mengumpulkan beras 1 ton beras setiap bulan, itu jika kita benar-benar menggerakkannya. Saatnya mengkampanyekan kemandirian dan ekonomi warga NU," ucapnya.

Di akhir acara, KH Ahmad Junaidi Mu'arif menginstruksikan PRNU untuk membentuk PARNU dengan dikelurkannya surat resmi.

"Bagi PRNU Jaddung, Pragaan Daya, Aeng Panas, dan Karduluk, kami katakan layak membentuk PARNU," pungkasnya.


Editor: Syaifullah


Editor:

Madura Terbaru