• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Matraman

Ansor di Pacitan Diingatkan Pentingnya Menyiapkan Kader Tangguh dan Militan

Ansor di Pacitan Diingatkan Pentingnya Menyiapkan Kader Tangguh dan Militan
Pembagian plakat dari Ketua PAC GP Ansor Nawangan kepada ketua ranting. (NOJ/ Risalatul Mu’awanah)
Pembagian plakat dari Ketua PAC GP Ansor Nawangan kepada ketua ranting. (NOJ/ Risalatul Mu’awanah)

Pacitan, NU Online Jatim

Tantangan yang dihadapi Nahdlatul Ulama (NU) dari waktu ke w2aktu tidaklah ringan. Baik ancaman dari ideologi ekstrem kiri maupun kanan. Karenanya hal mendesak adalah menyiapkan kader NU yang militan dan tangguh.

 

Penegasan disampaikan Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Nawangan, Pacitan, Ustadz Ardian Musthofa. Hal tersebut dikemukakan pada acara shalawat keliling yang digelar Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nawangan.

 

“Saya mengingatkan bahwa penting menyiapkan kader-kader NU yang tangguh dan militan,” katanya, Rabu (16/06/2021).

 

Lebih lanjut, di hadapan delegasi Pimpinan Ranting (PR) se-Kecamatan Nawangan tersebut, Ustadz Thofa menyampaikan sejumlah pelajaran dari kitab Al-Barzanji yang rutin dibaca pada acara shalawatan keliling tersebut.

 

Salah satunya adalah kondisi ketika musim haji tiba, ada enam penduduk Kota Madinah (Yatsrib) telah masuk Islam dan menjadi cikal bakal kelahiran kaum Ansor. Di mana mereka akhirnya menjadi tokoh utama dalam dakwah Islam di kota tersebut, karena di musim haji berikutnya penduduk yang memeluk agama Islam pun bertambah.

 

“Dalam kitab Al-Barzanji nadham ke-15 dikisahkan pada saat musim haji tiba, enam pemuda telah masuk Islam. Dengan kegigihannya berdakwah, dapat mengubahnya menjadi 12 orang di musim haji berikutnya,” ungkapnya.

 

Alumni Universitas Islam Malang (Unisma) ini menjelaskan bahwa ketangguhan, militansi, dan spirit perjuangan kaum Ansor itulah yang penting untuk diteladani kader GP Ansor Nawangan saat ini.

 

“Persis sebagaimana yang kaum Ansor lakukan dengan mendukung, menyebarkan dakwah, dan berjuang bersama Rasulullah SAW,” jelas dia.

 

Lebih lanjut Ustadz Ardian Musthofa mengingatkan tantangan ke depan yang semakin berat. Karenanya kader inti harus disiapkan pada setiap wilayah kepemimpinan, seperti halnya pasukan khusus, yang nantinya menjadi penggerak di wilayah masing-masing.

 

“Kader-kader inti itu tidak harus banyak, tapi harus ada di tiap wilayah ranting. Merekalah yang nantinya diharapkan mampu menjadi tulang punggung gerakan kita,” tegasnya.

 

Sedikit berbeda dengan rutinan sebelumnya, kegiatan kali ini selain diisi dengan pembacaan tahlil, shalawat dan tausyiah, juga pembagian plakat atau papan nama. Hal tersebut dilakukan secara serentak untuk PR GP Ansor se-Kecamatan Nawangan. Tentunya aksi ini berguna untuk syiar organisasi di tingkat kecamatan dan desa, serta memompa semangat kader.

 

“Plakat tersebut nantinya akan ditempel di Sekretariat Ketua PAC dan PR, dengan harapan akan lebih eksis dalam berkegiatan,” kata Ketua PAC GP Ansor Nawangan, Dwi Nurcahyono.

 

Editor: Syaifullah


Editor:

Matraman Terbaru