• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Madura

Pasca Kapolri Silaturahim ke PBNU, Begini Sikap Pengurus NU di Daerah

Pasca Kapolri Silaturahim ke PBNU, Begini Sikap Pengurus NU di Daerah
Ketua LAZISNU Sumenep saat menyerahkan santunan kepada anak yatim beberapa bulan lalu. (Foto: NOJ/ Firdausi).
Ketua LAZISNU Sumenep saat menyerahkan santunan kepada anak yatim beberapa bulan lalu. (Foto: NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendapat respon positif dari KH Said Aqil Siroj beserta jajarannya. Salah satunya, jajaran PBNU meminta untuk mendalami aliran dana Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang diduga dimanfaatkan untuk gerakan ekstrimis.

 

Berangkat dari permasalahan tersebut K Ach Subairi Karim angkat bicara bahwa dana tersebut dilakukan oleh oknum demi mendanai aksi terornya. Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep tersebut mengutuk penyalahgunaan dana. Karena berdasarkan keputusan Presiden RI No. 8 tahun 2001, dana tersebut harus sampai kepada orang yang berhak.

 

"Kunjungan Kapolri sangat tepat. Politik identitas hari ini sedang menjadi batu ujian berat bagi bangsa dan negara, sehingga NU harus pandai dan bisa menyikapi permasalahan ini sesuai kontekstualisasi keadaan bangsa yang mulai menyimpang dari Pancasila," tuturnya di kediamannya Desa Pekamban Laok, Kecamatan Pragaan, Jum'at (29/1/2021).

 

Kunjungan Kapolri di Jakarta, mestinya diikuti oleh Kapolda, Kapolres, dan Kapolsek untuk mengantisipasi gerakan oknum yang mengatasnamakan Baznas.

 

"Bisa dibayangkan, kalau tak ada NU, apa yang terjadi? Maka akan memantik konflik dan kekerasan berkepanjangan. Bisa jadi menyulut amarah dan pertikaian seperti yang terjadi di Timur Tengah, naudzubillah," sergah alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut.

 

Di kesempatan yang berbeda, ustadz Muhammad Chalili menimpali pernyataan Kiai Subairi. Wakil Ketua PCNU Sumenep tersebut menyikapi bahwa langkah yang diambil Kapolri menjadi langkah baik, mengingatkan tantangan Polri ke depan semakin kompleks dengan berbagai persoalan.

 

"Kami akui, kasus ini belum mengemuka di Kabupaten Sumenep. Tapi ini warning dari PBNU dan penting dicermati oleh semua pihak," harap alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo tersebut.

 

Alumni Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka Bluto tersebut yakin dan husnudzdzan. Karena tidak mungkin terjadi di Sumenep. Hal ini dilatarbelakangi oleh kader NU yang mengelola Baznas.

 

"Kami meminta kepada pengelola untuk menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas dan transparansi, sehingga masyarakat bisa memantau penyalurannya," pintanya.

 

Respon LAZISNU Sumenep

Pada saat yang sama, ustadz Yussalam Muhammad juga mengutarakan bahwa silaturrahmi yang dilakukan oleh Kapolri sangat dianjurkan oleh agama. Menurut Ketua NU Care - Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadakah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sumenep tersebut, dirinya merasa bangga karena Polri dan NU bersama-sama mengantisipasi kemungkinan ancaman yang dihadapi oleh negara.

 

"Dari dulu hingga sekarang, NU menjadi perekat kehidupan berbangsa dan bernegara. Di tangan NU, hubungan agama dan negara bisa menjadi sumber inspirasi untuk merekatkan ukhuwah Islamiyah, Wathaniyah, dan Basyariyah," ungkapnya.

 

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut melaporkan bahwa kotak amal di Sumenep sangat banyak. Selama ini organisasi yang menyebarkan kotak amal, hampir tak pernah transparan.

 

"Ke mana saja dana tersebut ditasharrufkan? Kemungkinan bisa mengalir ke hal-hal yang tidak diinginkan, seperti halnya permintaan Ketua PBNU kepada Kapolri," curahnya.

 

 

Dirinya berharap kepada nahdliyin agar menyalurkan sebagian rezekinya melalui  LAZISNU, baik di tingkat PCNU, MWCNU, PRNU, dan PARNU.

 

"Kita sudah memiliki badan yang resmi. Oleh karenanya, sukseskan gerakan Koin di setiap kecamatan demi meringankan beban yatim, dluafa, guru ngaji, bedah rumah, dan lainnya," pungkasnya.

 

Editor: Romza


Editor:

Madura Terbaru