• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Madura

Rasulullah dan Muassis NU Ajarkan Kewirausahaan untuk Bangun Kemajuan Umat

Rasulullah dan Muassis NU Ajarkan Kewirausahaan untuk Bangun Kemajuan Umat
KH A Mubarok Yasin (paling kiri). (Foto: NOJ/Firdausi)
KH A Mubarok Yasin (paling kiri). (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim 

Sejarah mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah satu-satunya nabi yang berlatar belakang pengusaha.

 

Penegasan ini disampaikan oleh KH A Mubarok Yasin saat memberikan sambutan di acara 'Pelatihan Bisnis Online Syariah'. Acara ini terlaksana berkat kerja sama antara Ansoruna Bussines School Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur dengan Pondok Pesantren Ma'had Aly, Jaddung, Pragaan, Sumenep, Selasa (02/01/2021).

 

Wakil Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan tersebut menceritakan bahwa ketika usia nabi sekitar 9 tahun, nabi menggembala kambing. Saat umur 12 tahun, mulai berdagang. Umur 17 tahun nabi bisa berdagang lintas negara. Setelah menikah di usia 25 tahun, beliau mencapai fase in camp.

 

"Ini fakta, di usia 25-40 tahun, nabi hanya diam saja, pemasukan datang sendiri. Namun ketika diangkat menjadi Rasul, kekayaan nbi dan istrinya Sayyidah Khodijah diberikan semua untuk dakwah Islam. Sejarah mengajari kita bahwa ketika wafat tidak punya apa-apa, padahal kekayaan Sayyidah Khodijah seperempat kota Makkah. Semuanya habis untuk perjuangan Islam," katanya.

 

Selain itu, 8 sahabat nabi al mubassyiru fi jannah mayoritas pengusaha, bahkan mereka membiayai 23 perang di masa Rasulullah. Seperti di perang Tabuk, dimana Abdurrahman bin Auf menshadaqahkan 700 unta beserta muatannya yaitu sembako.

 

"Perang terbesar yang dilakukan di bulan Ramadhan, Islam menghadapi imperior kerajaan Romawi yang jumlah tentaranya lebih unggul dibandingkan umat Islam. Perang ini membutuhkan biaya besar, sehingga delapan sahabat tersebut melimpahkan hartanya untuk kemenangan Islam," ungkapnya. 

 

Dalam Ibnu Katsir, shadaqah Abu Bakar RA tidak mampu dihitung oleh ulama. Akhirnya ulama mencari jalan lain untuk menghitung Umar RA yang menshadaqahkan separuh hartanya untuk perang Tabuk. Salah satunya adalah kebun kurma yang berbuah setiap tahun dan ghanimah lainnya. Jika di rupiahkan sekitar satu triliun.

 

"Keberhasilan umat Islam menguasai jazirah Arab dan mengalahkan Romawi didukung para hartawan," terangnya.

 

Pengasuh Ma'had Aly Al Ihsan Jaddung tersebut mengutarakan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) berdiri juga didukung oleh para pengusaha. Seperti almaghfurlah KH Abd Wahab Chasbullah yang memiliki percetakan, penerbitan, toko, serta aset lain mulai dari Jombang, Surabaya, Tuban, dan Lamongan.

 

"Itu semua digunakan untuk NU, termasuk almaghfurlah KH Hasan Gipo, Ketua Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) yang pertama kali adalah pengusaha," tegasnya.

 

Tak sampai di situ, dirinya juga menegaskan bahwa kemandirian ekonomi harus dimulai dari diri sendiri.

 

"Karena umat Islam kuat berkat ekonomi," ucapnya.

 

Gus Dur pernah dikritik oleh sebagian kalangan, karena tamatan pesantren masuk ke perguruan tinggi. Mantan Presiden RI ke-4 tersebut menjawab dengan santai yang berbunyi 'di tahun 2000 ke atas, akan terjadi ledakan besar'.

 

"Buktinya saat ini NU sudah ada di semua lini kehidupan masyarakat. Jika tahun 1970-an dan 1980-an NU disingkirkan, bahkan nahdliyin merasa ketakutan berstatus NU. Mengapa? Karena dimusuhi Orde Baru. Sekarang seluruh orang bangga mengatakan dirinya NU," ujarnya mantap.

 

Untuk menguatkan fikrah ke-NU-an, dirinya menyatakan bahwa berdirinya NKRI berangkat atas campur tangan ulama NU yang dibelakangnya ada pengusaha-pengusaha besar.

 

"Jika kalian menjadi kader yang militan, maka saingilah harga pasar, seperti halnya Nabi Muhammad yang menguasai pasar Madinah yang sebelumnya dikuasai oleh orang Yahudi," pintanya penuh harap.

 

Menurut kacamatanya, nabi hanya menciptakan kader yang betul-betul berkualitas. Jika dianalogikan dengan isu saat ini, yakni jasa pengiriman dikuasai orang lain, maka tugas pemuda adalah membuat jasa pengiriman yang lebih baik. 

 

"Jika kelak menjadi at tijarah, kuatkan dulu imannya. Gunakanlah hartanya di jalan Allah, dan jangan lupa bershadaqah," pungkasnya saat menyitir surah Ash Shaf dan surah Fatir.




Editor: Savhira


Madura Terbaru