• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Madura

Studi Banding, PC IPNU Pamekasan Bahas Ekonomi Berkemajuan

Studi Banding, PC IPNU Pamekasan Bahas Ekonomi Berkemajuan
Dari kiri: Ketua PC IPNU Pamekasan Badrut Tamam, Ketua PC IPNU Jember Alfan Khoirul Ikhwan, Ketua PC IPNU Kraksaan Ahmad Fais Zamani. (Foto: NOJ/ Badrut Tamam).
Dari kiri: Ketua PC IPNU Pamekasan Badrut Tamam, Ketua PC IPNU Jember Alfan Khoirul Ikhwan, Ketua PC IPNU Kraksaan Ahmad Fais Zamani. (Foto: NOJ/ Badrut Tamam).

Pamekasan, NU Online Jatim

Selama dua hari Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatu Ulama (IPNU) Kabupaten Pamekasan melakukan studi banding dengan PC IPNU Jember dan Kraksaan di kantor PCNU Jember,  Rabu (10/02/2021).

 

Dalam pembahasan tersebut, Badrut Tamam, Ketua PC IPNU Pamekasan berkomitmen akan bekerja sama dalam hal pemberdayaan ekonomi yang ada di Pamekasan. "Ada PC IPNU Jember dengan pengembangan ekonominya menjual roti bakar milik PC sendiri yang dikelola oleh bendaharanya," ungkapnya.

 

Selanjutnya, ia menilai untuk kondisi PC IPNU Kraksaan masih kurang akan tantangan yang dihadapi. Sebab, sosio kultural tentang ke NU-an yang sangat kental. "Jadi PC IPNU Kraksaan fokus pada pengembangan kopi yang dijual dengan hasil produksi sendiri, dengan nama kopi rempah peno," kata Alumnus IAIN Madura itu.

 

Selain itu, terdapat permaslahan yang sama mengenai kehidupan kepesantrenan yang berkaitan dengan bidang jaringan pesantren dan sekolah. Pasalnya, terdapat skat antara santri yang hanya  aktif di pondok dengan santri yang juga aktif bersama organisasi IPNU.

 

"Skat yang dimaksud yaitu dalam pesantren terdapat dua sisi kehidupan santri, yakni santri yang hidup kental dengan kultur budaya yang ada di pesantren, dan juga santri yang hidup dengan organisasi di luar. Sehingga banyak orang yang beranggapan bahwa santri yang ada di pesantren tidak perlu ikut organisasi karena akan mengurangi keberkahannya," lanjutnya.

 

Selanjutnya, ketiga PC IPNU tersebut memikirkan strategi khusus untuk pengembangan potensi santri yang ada di pesantren. Dan tanpa mengurangi kultur budaya pesantren bahwa hal itu juga bisa didapatkan dalam organisasi IPNU.

 

 

"Ada beberapa cara yang sudah kami persiapkan agar tidak terjadi miskomunikasi antara pondok pesatren dengan IPNU, yakni dengan mengikuti program pondok untuk diikuti oleh anggota IPNU," tukasnya.

 

Penulis: Badrut Tamam

Editor: Romza


Editor:

Madura Terbaru