• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Malang Raya

Ciptakan Keseimbangan, Santri Bahrul Maghfiroh Diajak Kembangkan Sektor Kewirausahaan

Ciptakan Keseimbangan, Santri Bahrul Maghfiroh Diajak Kembangkan Sektor Kewirausahaan
Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Prof KH Mohammad Bisri, Sabtu (10/09/2022). (NOJ/Moch. Miftachur Rizki)
Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Prof KH Mohammad Bisri, Sabtu (10/09/2022). (NOJ/Moch. Miftachur Rizki)

Malang, NU Online Jatim 

Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Kota Malang merupakan salah satu pondok pesantren dalam naungan Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) yang mengembangkan kewirausahaan. Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Prof KH Mohammad Bisri, menyampaikan bahwa pihaknya berupaya menciptakan keseimbangan antara duniawi dan ukhrawi.

 

"Sebetulnya bukan pondok modern, saya hanya berupaya menyeimbangkan dunia dan akhirat. Jika Gus Lukman cenderung ke akhirat, kalau saya keduanya harus dijalankan agar seimbang," kata Prof KH Mohammad Bisri kepada NU Online Jatim, Sabtu (10/08/2022).

 

Ia juga menjelaskan bahwa sejatinya ajaran Islam yakni mencari kebahagiaan dunia dan akhirat. Beberapa unit usaha yang dimiliki Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh terbagi menjadi empat item diantaranya argofarm, Ritel & Resto, sektor industri olahan, dan bidang jasa.

 

"Islam yang mengajarkan kebersihan ya saya ikuti, Rasulullah Muhammad SAW juga pedagang yang merupakan pelaku ekonomi ya saya ikuti. Riyadloh maupun ibadah yang dulunya dilakukan Gus Lukman terus dilanjutkan oleh santri, tetapi kita tambahkan dengan kegiatan bisnisnya," tambahnya.

 

Mantan Rektor Universitas Brawijaya tersebut juga menyampaikan bahwa yang dilakukannya saat ini merupakan standar ajaran Islam yang baik.

 

"Ini standar Islam seperti bersih, tertib, ngaji, dan bisnisnya. Jadi, Islam menaungi segala aktivitas manusia, bukan hanya sekadar kegiatan keagamaan semata," jelasnya.

 

Prof Bisri juga menyampaikan bahwa saat ini jumlah santri yang mukim di pondok yang dinaunginya sebanyak 450 santri.

 

"Untuk yang mukim, ndak minta nambah. Setiap kali pembukaan pendaftaran santri baru kami hanya menyediakan kuota maksimal 150 santri. Ini lebih efektif untuk pembelajaran, dan daripada ribuan tapi kita lalai dalam membina santri," terangnya.

 

Selain santri Mukim, Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh juga memiliki 150 santri non mukim. "Ke depan kami berharap antara santri mukim dan non mukim bisa seimbang fifty-fifty," tutupnya.

 

Terpisah, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, KH Asep Saifuddin Chalim menyampaikan bahwa wirausaha pesantren merupakan sebuah hal yang yang dilakukan saat ini.

 

"Proses pendidikan yang dijalankan dengan baik akan menjadi wirausaha, penguasaan akademik yang baik ditambah keterampilan seperti akutansi, mukalamah. Karena kesejahteraan akan membawa keadilan karena peduli kepada masyarakat dan sering zakat," tuturnya.


Malang Raya Terbaru