• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Madura

RMINU Sumenep Rangsang Spirit Kewirausahaan Pesantren

RMINU Sumenep Rangsang Spirit Kewirausahaan Pesantren
Stan peserta Pesantren Preneur oleh RMINU Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)
Stan peserta Pesantren Preneur oleh RMINU Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-99 NU, Pengurus Cabang (PC) Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Sumenep menggelar Pesantren Preneur di Pondok Pesantren Aqidah Usymuni Tarate, Sumenep, Senin (21/02/2022).
 

Hadir pada acara itu, di antaranya, Ny Hj Dewi Khalifah, Wakil Bupati Sumenep, Achmad Yunus, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Sumenep, Kiai Tirmidzi Mas’ud, Ketua Himpunan Pengusaha Santri Sumenep, dan Choriyanto, pendiri dan CEO CEODE.
 

Kiai Ubaidillah Tsabit, Ketua RMINU Sumenep, menyampaikan bahwa acara terssebut digelar sebagai langkah awal untuk mengembangkan potensi ekonomi pesantren. Menurutnya, kekompakan dan sinergi antarpesantren harus dilakukan dan bila itu terjadi maka akan menuju kemajuan pesantren yang luar biasa.
 

Di acara itu digelar pula pameran produk pesantren. Dengan pameran, Kiai Ubaidillah akan mendata produk-produk pesantren yang ada. Selanjutnya akan dikelompokkan berdasarkan kondisi produk yang ada untuk dibina secara khusus.
 

"Sementara terkait pemasaran online, pada kegiatan kali ini juga menandatangi Memorandum of Understanding (MoU) dengan CEODE, sebuah aplikasi belanja online yang berkembang di Sumenep," terang Dekan Fakultas Tarbiyah Instika Guluk-Guluk itu.
 

Kiai Ubaidillah menegaskan bahwa produk pesantren yang belum memiliki legalitas seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), label Halal, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), akan difasilitasi oleh RMINU Sumenep melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelompok.
 

Sementara itu, Kiai Zamzami Sabiq Hamid, Sekretaris RMINU Sumenep, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut akan ada tindaklanjutnya. Setelah didata, produk-produk pesantren kemudian akan dikelompokkan menjadi tiga untuk dibina secara khusus.


Madura Terbaru