• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 29 November 2022

Malang Raya

Gubernur Khofifah Klaim Data Covid-19 Paling Sinkron di Jawa Timur

Gubernur Khofifah Klaim Data Covid-19 Paling Sinkron di Jawa Timur
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: NOJ).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: NOJ).

Malang, NU Online Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut bahwa data Covid-19 paling singkron dengan rilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) adalah di Jawa Timur. Hal tersebut menampik soal kabar manipulasi data kematian akibat terpapar Covid-19 di provinsi di ujung timur pulau jawa ini.

 

Data dari New All Record (NAR) auto rilis tersebut berasal dari pengelola Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR). Sementara PCR merupakan metode pemeriksaan virus SARS-CoV-2 dengan mendeteksi DNA. Sedang sebagian besar Laboratorium PCR dimiliki oleh swasta, dengan auto rilis langsung dikirim ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

 

"Tolong sekarang dibandingkan data yang paling sinkron dengan Kemenkes itu insyaallah data dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur," ujar Gubernur Khofifah melalui kanal youtube Najwa Shihab yang diunggah Kamis (29/07/2021).

 

Khofifah mengatakan, pihaknya tidak mendapat laporan positif, laporan kematian, dan laporan kesembuhan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi. Karena Dinkes Provinsi hanya bertugas sebagai agregrator dari auto rilis. Sedang terkait Bed Occupancy Rate (BOR) bisa diketahui di rumah sakit, hospital online, dan New All Record (NAR).

 

"Jadi, Dinkes kabupaten/kota itu melapor ke pusat dan ke provinsi," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU tersebut.

 

Terkait data, Khofifah menambahkan, sesungguhnya transparansi di website Pemprov Jawa Timur sudah sangat jelas sekali dari 80 item variabel. Data diambil dari kabupaten/kota yang dikirimkan juga ke pusat, dan itulah yang diunggah oleh Pemprov Jatim.

 

"Input (hasil) itu dari laboratorium, kalau input BOR dari rumah sakit. Sedang untuk input kematian dan kesembuhan dari Dinkes kab/kota," pungkas alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia tersebut.

 

Editor: A Habiburrahman


Malang Raya Terbaru