• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Malang Raya

Gus Salam Wasekjen PBNU, Restu Masayikh dan Keluarga Paling Utama

Gus Salam Wasekjen PBNU, Restu Masayikh dan Keluarga Paling Utama
KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam. (Foto: NOJ)
KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam. (Foto: NOJ)

Malang, NU Online Jatim

Siapa yang tidak kenal dengan KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam. Kiai muda dari Pondok Pesantren Denanyar, Jombang ini masuk jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk kedua kalinya. Pada periode 2022-2027 ini, ia diamanahi sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen).

 

Gus Salam berkiprah di struktural NU sejak tahun 2002 menjadi pengurus Lembaga Bahtsul Masa'il Nahdlatul Ulama (LBMNU) Kota Kediri. Selanjutnya, pada 2009 jadi pengurus LBMNU Jombang, dan tahun 2012 ia masuk jajaran Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang.

 

Kemudian pada tahun 2015 di periode kedua KH Said Aqil Siroj sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Salam terpilih sebagai Katib PBNU. Jabatan terakhir Gus Salam ialah pada tahun 2018 sebagai Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. 

 

Beliau mengungkapkan, untuk di kepengurusan PBNU saat ini dirinya mengaku masih belum menyampaikan kesediaannya. Sebab, ia masih perlu berkomunikasi dengan kiai, keluarga, dan pengurus NU lain di Jawa Timur.

 

"Belum (saya iyakan), masih perlu diskusi dengan keluarga, dengan kiai saya Kiai Huda Ploso (KH Nurul Huda Djazuli). Juga dengan jajaran pengurus PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar dan KH Anwar Mansur sebagai pimpinan kami semuanya," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (13/01/2022).

 

Menurutnya, dulu ketika masuk di PBNU 2015 atas pesan dari Kiai Ploso, serta 2018 masuk PWNU juga pesan masayikh. Ia menyebutkan, prinsipnya dalam bertugas harus mendapat doa restu dari para kiai.

 

"Secepatnya, hari ini atau Jum'at. Karena memang beliau yang saya harapkan keberkahan dan pesannya kepada kami," ungkap Gus Salam.

 

Pada tahun 2015 lalu, saat diminta KH Said Aqil Siroj, ia juga meminta doa restu ibunya yang kala itu belum wafat. Salah satu pesan masayikh Pondok Ploso Kediri yang masih diingat yaitu harus memperjuangkan peran pesantren.

 

"Ya, aspirasi pondok pesantren, karena NU didirikan oleh kiai pondok pesantren dan ruhnya NU di pesantren," bebernya.

 

Menurutnya, tugas tersebut merupakan tanggung jawab moral untuk memajukan dan menjaga pesantren. Tentu, dengan tetap mengikuti gagasan-gagasan dan program-program PBNU.

 

Gus Salam mengatakan, bahwa tantangan bangsa dan jamiyah memasuki abad kedua NU sungguh luar biasa, baik dari tantangan dakwah maupun kemandirian umat. Oleh karenanya, dua agenda besar tersebut harus direalisasikan bersama.

 

"Mengawal kemandirian umat itu berarti membangkitkan khidmah kita kepada umat dan bangsa dalam semua aspek," ungkapnya.

 

Agenda kedua adalah membawa peran NU agar menjadi inspirasi dan terdepan dalam membawa perdamaian dunia. Lalu, pembaharuan sistem tatanan dunia agar damai dan penuh toleransi. Tentu, nilai-nilai kemanusiaan menjadi unsur penting dalam berinteraksi dengan semua pihak.

  

"Jika dua hal itu kita tekuni dan sungguh-sungguh memperjuangkannya, maka akan menjadi nilai yang sangat besar sekali," pungkasnya.


Malang Raya Terbaru