• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 4 Desember 2022

Malang Raya

Ketua IPNU Diingatkan Banyaknya Kader Potensial di Malang

Ketua IPNU Diingatkan Banyaknya Kader Potensial di Malang
Rais PCNU Kota Malang, KH Chamzawi. (Foto: NOJ/Madchan J)
Rais PCNU Kota Malang, KH Chamzawi. (Foto: NOJ/Madchan J)

Malang, NU Online Jatim

Malang dikenal sebagai kota pelajar. Hal tersebut lantaran di kota ini banyak kampus dan sekolah favorit. Dengan demikian, tidak kesulitan menemukan kader potensial di kota ini.

 

Karenanya, Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang, KH Chamzawi memberikan pesan kepada ketua terpilih Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Malang.

 

Apalagi kepengurusan yang ada telah sukses menghelat Konferensi Cabang (Konfercab) XX, selama dua hari, yaitu Sabtu dan Ahad (13-14/02/2021) di Pondok Pesantren Al Hayatul Islamiyah, Kedungkandang, Kota Malang.

 

"Malang ini PKPT (Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi) nya bagus, ini perlu diopeni (red: rawat) dan itu kader-kader yang bagus, karena di perguruan tinggi. Sudah ada di Universitas Brawijaya, UIN, Unisma, UM, mungkin di Kanjuruhan mau ada, tapi belum," katanya saat ditemui di rumahnya.

 

Dirinya mengingatkan, bahwa kader yang ada hendaknya dapat saling mengisi setiap lini, termasuk dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

 

"Saya kira di perguruan tinggi ada PKPT bagus, nanti justru kalau bisa membagi job discription dengan anak PMII. Soalnya di mana agar tidak ada benturan ketika bergerak," tutur kiai alumni Pesantren Lirboyo tersebut.

 

KH Chamzawi mengungkapkan banyak jalan untuk berjuang bersama di Nahdlatul Ulama. Ada yang di IPNU, PMII, Ansor, Fatayat NU, Muslimat NU, belum lagi badan otonom yang lain.

 

"Karena untuk udkhulu min abwabin mutafarriqah, maksudnya demi NU dari pintu-pintu yang lain, mungkin ada yang tidak senang itu, lari ke sini, saya kira bagus," terang kiai yang pernah menjadi dosen di Universitas Islam Negeri Malik Malik Ibrahim tersebut.

 

Dirinya mengapresiasi kepada kepengurusan IPNU dan IPPNU periode sebelumnya, dimana mampu menghidupkan beberapa Pimpinan Anak Cabang (PAC). "Kemarin saya pesan kepada mereka, alhamdulillah IPNU periode ini sudah bisa mendirikan 4 PAC, kurang satu. Nanti saya minta harus adalah soalnya dulu ada tapi ‘Laa yahya wa laa yamut IPNU itu ada tapi ya tidak berjalan," tegasnya.

 

Ditemui sebelum penutupan Konfercab, Ketua PC IPNU Kota Malang terpilih, Ilman Ardhy Chalim menanggapi pesan KH Chamzawi dengan penuh semangat dalam mendorong PKPT dan pembentukan PAC.

 

"Melanjutkan tren positif PKPT, jadi kita sudah 4 periode ini alhamdulillah PKPT PKPT selalu menjadi promotor, di ranah nasional yakni gerakan PKPT secara bersama,” katanya.

Informasi terakhir yang diterima, di Kota Malang sebagai barometer perkembangan PKPT, ada beberapa bibit PKPT akan muncul akan dikawal.

 

Dirinya ingin memfokuskan mengelola PKPT dengan gebrakan baru. Bukan hanya tentang kegiatan yang gebyar satu kegiatan selesai, setelah itu tidak ada efeknya.

 

"Saya pingin ada, karena di PW IPNU Jawa Timur ada jargon semangat baru IPNU back to school. PKPT back up school," kata Ilman sapaan akrabnya.

 

Pihaknya mendorong kebermanfaatan PKPT berkembang menjasi fasilitator. Memberdayakan dengan melibatkannya bukan hanya satu kegiatan dengan menghabiskan dana besar selesai.

 

"Itu penting untuk branding karena di lingkungan kampus memang situasi organisasi dan dinamika berbeda di lapangan lingkungan masyarakat. Butuh ada gebyar muncul yang kuat. Selain itu saya mencoba nanti kolaborasi dengan PKPT berupaya mengoptimaslisasi," paparnya.

 

Pria yang pernah menjadi Ketua PKPT Unisma tersebut mengatakan akan mengawal pembentukan PAC yang belum berdiri. Kemudian upaya kaderisasi formal yang saat ini masih belum terealisasi.

 

Ditanya soal perasaanengemban amanah baru, dirinya menungkapkan perasaan yang naik turun. "Baru didomisionerkan, lega rasanya. Kemudian dapat tanggung jawab seperti rolecoaster, naik, turun, naik lagi tapi ya dinikmati saja," ungkapnya.

 

Pria yang juga menggeluti usaha percetakan di Kota Malang ini berharap bisa mampu, amanah dan siap berjuang.

 

"Satu kalimat untuk IPNU, NU pada umumnya. IPNU, Fatayat NU, Ansor, adalah tempat kita berjuang. Berjuang di NU juga untuk agama," pungkasnya.

 

Penulis: Madchan Jazuli


Editor:

Malang Raya Terbaru