• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 5 Desember 2022

Malang Raya

Panen Raya di Malang, Gubernur Jatim Harap Percepatan Masa Tanam

Panen Raya di Malang, Gubernur Jatim Harap Percepatan Masa Tanam
Gubernur Jawa Timur bersama Bupati Malang, Rektor Unisma dan pejabat terkait saat melakukan panen raya di lahan pertanian Dusun Tanjung Desa Banjararum Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, Kamis (07/04/2022). (NOJ/ Moch Miftachur Rizki)
Gubernur Jawa Timur bersama Bupati Malang, Rektor Unisma dan pejabat terkait saat melakukan panen raya di lahan pertanian Dusun Tanjung Desa Banjararum Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, Kamis (07/04/2022). (NOJ/ Moch Miftachur Rizki)

Malang, NU Online Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Malang, HM Sanusi dan Rektor Universitas Islam Malang (Unisma), H Maskuri melakukan panen raya padi,  Kamis (07/04/2022). Khofifah berharap petani bisa melakukan percepatan masa tanam sebelum musim kemarau.
 

Panen raya bersama Kelompok Tani Morodadi ini dilaksanakan di lahan pertanian Dusun Tanjung Desa Banjararum Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Secara simbolis, kegiatan panen raya ditandai prosesi pemotongan batang padi oleh Gubernur Jatim, Bupati Malang dan Forkopimda Kabupaten Malang.
 

Adapun varietas padi yang ditanam adalah jenis padi hibrida brang biji seluas 1 hektar dan 59 hektar lainnya merupakan varietas inbrida meliputi ciherang dan cibogo. Inpari 32 yang ditanam dengan menggunakan sistem jajar legowo dan konvensional. Dalam kondisi optimal, produksi bisa mencapai 14,8 ton per hektar sedangkan untuk varietas inbrida bisa mencapai 9-10 ton per hektar.​​​​​​​
 

Khofifah menuturkan, saat ini ketahanan pangan merupakan isu dunia yang harus diantisipasi.
 

"Ketika ketahanan pangan jadi isu dunia, maka warning terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Karena bahan pangan pokok masyarakat Indonesia yaitu beras. Maka ketersediaan dan kecukupan beras menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan," katanya.
 

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdatul Ulama (NU) tersebut juga menjelaskan bahwa hasil produksi padi di Jawa Timur mulai tahun 2020 sampai 2021 merupakan hasil pencapaian tertinggi se Indonesia.
 

"Tahun 2020, produksi padi di Jatim tertinggi se Indonesia. Waktu itu mencapai 9,9 juta ton gabah kering giling. Sedangkan di tahun 2021, hasil produksi padi mencapai Gabah kering giling 9,74 juta hektar," ungkapnya.​​​​​​​
 

Khofifah juga memaparkan tujuan utama dirinya datang ke Malang yakni untuk melakukan monitoring berkelanjutan.
 

"Hari ini saya sengaja turun guna memonitoring karena perubahan iklim dan cuaca ekstrem ini potensi berdampak pada produksi padi kita," jelas Ketua PBNU tersebut.​​​​​​​
 

Khofifah juga meminta kepada Bupati Malang dan Poktan yang hadir bahwa para petani harus melakukan percepatan masa tanam sebelum masuk musim kemarau. Saat ini masih terdapat hujan yang bisa berfungsi untuk mengairi area persawahan.
 

Selain itu, ia juga berharap adanya pendampingan dari beberapa pihak seperti halnya Unisma dan Universitas Brawijaya.
 

Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para petani yang telah bekerja keras memenuhi ketercukupan kedaulatan pangan di Jawa Timur dan bisa menyuplai 16 provinsi lain di Indonesia bagian Timur. 
 

"Sekali lagi saya sampaikan terimakasih para petani dan gapoktan tetap semangat bahwa dari bumi majapahit Jawa Timur ini. Kita harus mensuplai ke 16 provinsi Indonesia bagian timur yang hampir 80 persen produksinya memang dari Jawa Timur," tandasnya.


Editor:

Malang Raya Terbaru