• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 14 April 2024

Malang Raya

Prof Hariyono Resmi Dilantik Jadi Rektor Universitas Negeri Malang

Prof Hariyono Resmi Dilantik Jadi Rektor Universitas Negeri Malang
Prosesi pelantikan dan serah terima jabatan Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof Hariyono di Graha Cakrawala UM, Rabu (26/10/2022). (Foto: NOJ/ ISt)
Prosesi pelantikan dan serah terima jabatan Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof Hariyono di Graha Cakrawala UM, Rabu (26/10/2022). (Foto: NOJ/ ISt)

Malang, NU Online Jatim
Prof Hariyono resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Periode 2022-2027. Pelantikan dan serah terima jabatan dilaksanakan di Graha Cakrawala UM, Rabu (26/10/2022).


Ketua Majelis Wali Amanah UM, Erik Setyo Santoso menyampaikan, pihaknya berharap Prof Hariyono dalam kepemimpinan 5 tahun ke depan dapat menjadikan UM sebagai perguruan tinggi rujukan, baik dalam segi ilmu pengetahuan maupun teknologi.


"UM saat ini telah memiliki pondasi yang cukup kuat dari kepemimpinan sebelumnya. Sehingga, hal ini tentu akan menjadi modal untuk lebih mengembangkan UM. Oleh karenanya, UM harus menjadi pioneer yang berada dan hadir di tengah-tengah masyarakat," katanya.


Sementara itu, Rektor UM terlantik Prof Hariyono menyampaikan, ke depan pihaknya akan melanjutkan program yang dirintis oleh kepemimpinan sebelumnya. Di antaranya, mengubah visi para pimpinan sampai staf, bahwa UM termasuk dari Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).


“Maka, pengelolaannya tentunya harus dilakukan sebaik mungkin. Potensi yang ada di UM tentu akan kami maksimalkan untuk kemajuan kampus," tutur Guru Besar di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UM tersebut.


Selain itu, dirinya hendak mengajak sumber daya manusia di UM untuk lebih maju. Menurutnya, sebuah perguruan tinggi tentunya modal utama bukan hanya fisik, tetapi merupakan intelektual yang berbasis pengetahuan.


"Kami dalam berinteraksi, baik di dalam maupun di luar, lebih menonjolkan pada dimensi intelektual. Dimensi guru sangatlah lekat dengan UM. Untuk itu, ke depan diharapkan guru bukan hanya menjadi pendidik di dalam kelas, melainkan juga pendidik atau menjadi guru bangsa dan peradaban yang ada," jelasnya.


Dengan begitu, lanjut Prof Hariyono, guru bukan hanya menguasai sebuah bidang studi, tetapi juga bagaimana mengembangkan learning capacity. Bekal pengetahuan semacam ini sangat diperlukan karena ke depan pembelajaran yang dihadapi tentunya berbeda dengan hari ini.


"Oleh karenanya, alumni UM kami harap bisa beradaptasi dengan cepat terhadap segala kondisi yang terus berkembang. Diharapkan, seorang guru harus mampu mengembangkan pembelajaran mengikuti dengan perkembangan teknologi," tambah pria kelahiran Malang, 27 Desember 1963 tersebut.


Prof Hariyono pun mengimbau para dosen untuk memberikan pelayanan dan edukasi terbaik dalam pembelajaran maupun dalam penelitian pada ruang digital. "Kita sadar, ketika kampus menjadi World Class University salah satu indikator utamanya adalah jurnal penelitian bereputasi internasional. Namun yang menjadi, permasalahan, temuan ini untuk siapa? Karena ketika ditulis dalam bahasa asing, apakah anak-anak muda di daerah bisa mengakses?” ucapnya.


Oleh karenanya, pihaknya mendorong seluruh jurnal yang ditulis dengan bahasa asing dibuatkan resume dalam bahasa Indonesia yang lebih komunikatif. “Sehingga temuan tersebut bisa dibaca oleh pelaku UMKM, anak muda di daerah, dan masyarakat luas yang belum menguasai bahasa asing," tandas Mantan Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila itu.


Sebagai informasi, dalam kesempatan itu turut dihadiri Wali Kota Malang H Sutiaji, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, dan undangan lain sebagainya.


Malang Raya Terbaru