• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Malang Raya

Rumah Sedekah NU Fasilitasi Umrah Gratis Disabilitas Yatim dan Dhuafa

Rumah Sedekah NU Fasilitasi Umrah Gratis Disabilitas Yatim dan Dhuafa
Perwakilan anak yatim menerima secara simbolis biaya pemberangkatan umrah gratis dari Rumah Sedekah NU Malang. (Foto: NOJ/ Moch Miftachur Rizki)
Perwakilan anak yatim menerima secara simbolis biaya pemberangkatan umrah gratis dari Rumah Sedekah NU Malang. (Foto: NOJ/ Moch Miftachur Rizki)

Malang, NU Online Jatim 

Rumah Sedekah NU memeriahkan Peringatan Tahun Baru Islam 1444 Hijriah dengan rangkaian Santunan Anak Yatim, Rabu (03/08/2022) malam. Selain santunan, Rumah Sedekah NU juga memfasilitasi umrah gratis bagi disabilitas yatim dan dhuafa.


Dalam kesempatan yang sama juga ada Pembacaan Shalawat bersama Majelis Syubbanul Muslimin dan Gus Azmi Askandar di halaman Rumah Sedekah NU, Perum Royal Orchid, Jetak Ngasri, Mulyoagung, Dau, Kabupaten Malang.


Bupati Malang, H M Sanusi menyampaikan, sejatinya manusia harus mampu memberikan manfaat kepada sesama.


"Semoga Rumah Sedekah NU ini bermanfaat dan barokah untuk umat. Syukur alhamdulillah, malam hari ini, kita bisa berkumpul bersama dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam dan memberikan santunan bagi anak yatim," kata Sanusi.


Sementara itu, Founder Rumah Sedekah NU, KH Noor Shodiq Azkandar menyampaikan, kegiatan malam ini terdapat dua agenda seperti halnya memperingati tahun baru 1444 H dan santunan kepada yatim piatu dan duafa. 


"Kita ingin gerakan sedekah ini menjadi gerakan masyarakat, tentunya dengan dukungan pemerintah setempat. Karena sebetulnya jika gerakan sedekah ini masif maka pemerintah akan lebih ringan dalam mengentaskan kemiskinan," tutur Gus Shodiq.


Ia mengatakan bahwa acara sedekah ini sejatinya merupakan kegiatan yang hidup dari budaya gotong royong masyarakat Indonesia. 


Gus Shodiq juga menyampaikan bawah pihaknya akan memberangkatkan 5 anak yatim disabilitas dan dhuafa untuk umrah. Mereka akan didampingi para pengusaha mitra Rumah Sedekah NU.


“Tujuannya, bukan hanya sekadar umrah, tetapi dengan berkumpulnya anak-anak dengan para pengusaha maka secara tidak langsung mindset mereka bisa berubah, bahkan suatu saat mereka juga akan peduli kepada sesama yang lain," ungkapnya.


Ketua Pengurus Wilayah (PW) Lembaga  Pendidikan (LP) Ma'arif NU Jawa Timur ini juga berharap, masyarakat Malang Raya ke depannya bisa bersama-sama membangun Indonesia kembali dengan budaya gotong royong.


"Pola kehidupan yang kita bangun dengan gotong royong, akan berdampak pada sektor perekonomian yang lebih baik. Kalau gerakan ini menjadi gerakan ekonomi, maka kesenjangan ekonomi bisa dikurangi. Jika itu terjadi maka sebenarnya keamanan dan kriminalitas bisa kita tekan bersama," jelas Wakil Rektor 2 Universitas Islam Malang (Unisma) ini.


Sebagai informasi dalam kegiatan turut hadir pula, penceramah, Gus Sa'dullah Syarofi Husein dari Mojokerto, Rektor Unisma, Prof Maskuri, dan lainnya.


Dari pantauan NU Online Jatim, disela-sela acara jamaah dan tamu undangan yang hadir disuguhkan dengan penampilan pembacaan tilawatil Qur'an dan shalawat oleh Fahira Ayun Rahmatika. Salah satu anak penyandang disabilitas binaan Komunitas Anak Bangsa. 


Editor:

Malang Raya Terbaru