• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Matraman

Amankan Aset NU, Ansor Ponorogo Terlibat Konsolidasi Wakaf

Amankan Aset NU, Ansor Ponorogo Terlibat Konsolidasi Wakaf
Syamsul Ma'arif, Ketua GP Ansor Cabang Ponorogo . (Foto : NOJ/ Eko Yoga Fathul Karim).
Syamsul Ma'arif, Ketua GP Ansor Cabang Ponorogo . (Foto : NOJ/ Eko Yoga Fathul Karim).

Ponorogo, NU Online Jatim

Berangkat dari kesadaran tentang pentingnya pengamanan aset-aset Nahdlatul Ulama (NU) dan umat, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Cabang Ponorogo terus lakukan konsolidasi wakaf Masjid, Mushola dan aset lainnya yang di miliki NU. Hal itu merupakan bentuk pelayanan pemuda terhadap para kiainya dan umat.

 

Syamsul Ma'arif, Ketua GP Ansor Cabang Ponorogo mengatakan, konsolidasi pengamanan aset NU itu sudah 3 tahun dilakukan oleh kader Ansor Cabang. Dalam pelaksanaanya, PC GP Ansor Ponorogo bekerja sama dengan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor, ranting Ansor dan MWC NU.

 

"Berawal dari kebutuhan untuk integrasi. Jadi seakan ini tidak tersampaikan ke ranting-ranting. Dan ini sebenarnya di semua organisasi, tapi NU tidak separah itu," katanya kepada NU Online, usai menghadiri konsolidasi wakaf Masjid dan Mushola di MWC NU Pulung, Kabupaten Ponorogo, Rabu (16/09/2020).

 

Gus Syamsul mengungkapkan, hal yang dilakukan GP Ansor ini merupakan pemetaan terhadap sumberdaya yang ada serta standard operasional prosedur dan program wakaf. Namun terjadi kemacetan karena adanya kebutuhan integrasi dari lembaga-lembaga atau lajnah yang ada di NU.

 

"Kita ini, kira-kira katalisator (penghubung). Kita tidak lagi melihat apakah itu formal untuk Ansor, tapi jika itu bermanfaat untuk keluarga besar NU, bearti Ansor harus hadir," paparnya.

 

Sementara itu berdasarkan laporan Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP- NU) Ponorogo ada 1.600 sertifikat wakaf yang sudah ada. Hal itu tentu menjadi nomor urut kedua atas Kabupaten Malang yang berhasil menghimpun 1.700 sertifikat wakaf.

 

"Untuk masalah perwakafan tentu tidak akan selesai dalam waktu 10 tahun, karena masih puluhan ribu yang harus kita amankan. Untuk informal kader kita sudah masuk untuk mengurusi perwakafan tapi tidak masuk kepengurusan dan sudah berjalan 3 tahun ini," pungkasnya.

 

Dengan hal ini, Syamsul menghimbau kepada kader-kader Ansor yang ada di wilayah Ponorogo untuk lebih aktif melayani para kiai dan umat dalam rangka kegiatan apapun termasuk pengamanan aset NU.

 

"Harus bergerak sebagai aktivis Ansor untuk melayani umat," tandasnya.

 

Editor : Romza


Editor:

Matraman Terbaru