• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 14 April 2024

Matraman

Cegah Kekerasan, Pembina Kamar Jadi Garda Terdepan

Cegah Kekerasan, Pembina Kamar Jadi Garda Terdepan
Santri. (Foto: NOJ/ist)
Santri. (Foto: NOJ/ist)

Jombang, NU Online Jatim

Ketua Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Ustadz Asadul Arifin mengatakan kasus kekerasan jadi perhatian khusus di instansi yang dikelolanya.

 

"Hari-hari ini isu bulliying memang lagi deras, apalagi setelah kasus di salah satu pondok daerah Jawa Timur. Banyak pihak yang menghubungi saya untuk lebih memperhatikan masalah ini, saya tentunya sangat berterima kasih atas pengingat dan masukannya yang akan kami pegangi terus," ujar Asadul Arifin.

 

Sebagai langkah antisipasi dan pencegahan, pihaknya terus memperhatikan santri-santri melalui pembimbing/pengurus setiap kamar.


“Santri senior di kamar juga dikumpulkan untuk diberi pengarahan dan edukasi. Agar santri senior bisa menjadi contoh yang baik di kamar. Juga ada sosialisasi secara massal dan masif terkait isu ini,” terangnya.

 

Sementara itu, Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) KH Hodri Arief meminta para pengasuh pondok pesantren untuk memberikan atau meneken janji perlindungan yang tegas sebagai upaya untuk mencegah tindak kekerasan santri di lembaga pendidikan pesantren.
 

Ia menilai, pengasuh pesantren perlu menyatakan secara eksplisit kepada santri bahwa tindak persekusi dan perundungan tidak dibenarkan. Siapa pun yang merasa diintimidasi, wajib melaporkan kepada pengasuh.


“Harus dinyatakan secara eksplisit oleh pengasuh bahwa siapa pun yang merasa dianiaya, diintimidasi, harus melaporkan kepada pengasuh dan harus ada janji perlindungan,” tegasnya kepada NU Online, Selasa (27/2/2024).


Matraman Terbaru