• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 8 Juli 2022

Matraman

Gus Ami: Gelar Pahlawan Nasional Syaikhona Kholil untuk Regenerasi Sejarah

Gus Ami: Gelar Pahlawan Nasional Syaikhona Kholil untuk Regenerasi Sejarah
Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Ami, Wakil Ketua DPR RI . (Foto: Risa).
Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Ami, Wakil Ketua DPR RI . (Foto: Risa).

Pacitan, NU Online Jatim

Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Ami, Wakil Ketua DPR RI menyatakan, gelar pahlawan nasional untuk Syaikhona Muhammad Kholil untuk regenerasi sejarah. Supaya peran Syaikhona Kholil untuk gerakan Islam dan Indonesia tidak dilupakan. 

 

Hal ini disampaikan Gus Ami saat pembukaan Sarasehan Nasional 'Urgensi Pengusulan Syaikhona Mohammad Kholil Bangkalan Sebagai Pahlawan Nasional', Sabtu (27/03/2021). Kegiatan ini digelar Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Bangkalan, Madura.

 

"Jika kita runut perkembangan kajian mutakhir dan konteks perkembangan global, maka peran syaikhona Kholil punya korelasi langsung dengan peradaban dunia," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

 

Gus Ami menuturkan, dalam sejarah panjang Syaikhona Kholil dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia ada peran membentuk karakter kehidupan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Maka tidak perlu ada pihak yang menolak peran sejarah Syaikhona Kholil.

 

"Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang beliau kembangkan secara sistematis hingga lahirlah Negara Kesatuan Republik Indonesia, insyaaallah siapapun tidak akan bisa menolak peran sejarah Syaikhona Kholil, karena itu fakta yang tidak bisa dipungkiri," ungkapnya.

 

Dijelaskan olehnya, pemberian gelar pahlawan nasional kepada Syaikhona Kholil dibutuhkan sebagai konteks regenerasi sejarah, penguatan kembali nilai-nilai Islam, aswaja dan keindonesiaan.

 

 

"Meskipun kita tahu, Syaikhona Kholil tidak butuh gelar itu, tetapi pemberian gelar pahlawan nasional ini kita butuhkan sebagai konteks regenerasi sejarah serta penguatan kembali nilai-nilai keislaman, keaswajaan dan keindonesiaan. Disitu konteks yang harus diperjuangkan," tegasnya. 

 

Editor: Romza


Editor:

Matraman Terbaru