• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 2 Desember 2022

Matraman

LPBINU Ponorogo Gelar Jagongan Relawan Guna Tingkatkan Kapasitas

LPBINU Ponorogo Gelar Jagongan Relawan Guna Tingkatkan Kapasitas
Peningkatan kapasitas relawan LPBI NU Ponorogo. (Foto: NOJ/Yoga)
Peningkatan kapasitas relawan LPBI NU Ponorogo. (Foto: NOJ/Yoga)

Ponorogo, NU Online Jatim

Musim hujan 2020 sudah memasuki wilayah Ponorogo dan sekitarnya. Memang kerap kali ada berbagai kejadian bencana alam yang datang di musim ini. Seperti pada tahun lalu, mulai dari longsor hingga banjir melanda di kawasan Kabupaten Ponorogo. Sedang dalam bencana non alam tentu, pandemi Covid1-9 juga juga masih terjadi.

 

Dengan adanya hal itu, tentu relawan Nahdlatul Ulama (NU) dan Badan Otonom turut berperan dalam menjadi bagian dari satuan tugas (Satgas) relawan. Dalam rangka mempersiakan relawan yang tangguh, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Ponorogo mempersiapkan berbagai strategi dalam mencegah sekaligus mempersiapkan relawan yang profesional jika terjadi bencana alam dan non alam.

 

Kali ini, LPBI NU Ponorogo menggelar diskusi dan berbagi pengalaman dengan puluhan relawan yang bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan siap membantu masyarakat. Acara yang bertajuk Jagong Relawan LPBINU Ponorogo ini digelar di Pengurus Cabang Nahldlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ponorogo, Jl Ahmad Dahlan No 60, Ponorogo.

 

Ketua LPBINU Cabang Ponorogo, Novi Tri Hartanto mengatakan diskusi ini bertujuan untuk kembali meningkatkan SDM relawan supaya lebih mumpuni dan profesional dalam penanganan bencana alam dan non alam serta mengetahui pola penanganan dampak bencana sesuai dengan tipenya.

 

"Kita kupas tuntas dan mendalam bersama Sekertaris Jendral (Sekjen) Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Provinsi Jawa Timur,  Sudarmanto," ujarnya.

 

Novi mengungkap banyak ilmu-ilmu yang di peroleh dari Sekjen FPRB berupa pencegahan bencana dan penanggulangan bencana. Seperti pemenuhan kebutuhan darurat dan pemulihan darurat di masa tanggap darurat. 

 

"Mbah Darmo pemateri yang mumpuni dan tentu, sepak terjangnya tidak asing di wilayah Jawa Timur. Semoga bisa menambah keprofesionalan relawan LPBINU dan Banom NU," terangnya. 

 

Sementara itu, Mbah Darmo sapaan akrab Sekjen FPBI itu menyampaikan materi-materi yang mendalam mengenai pencegahan dan penanggulangan serta pengurangan bencana alam dan non alam.

 

"Kalau saya boleh memberi masukan kepada sahabat-sahabat relawan NU, kalau selama ini hanya berfokus pada penanganan-penanganan darurat, ayo kapasitas kita kita tingkatkan," tegas Pria yang juga pengurus LPBINU ini.

 

Mbah Darmo menjelaskan dengan peningkatan kapasitas ini, nantinya relawan NU tidak hanya pada tataran tanggap darurat namun, mulai dari memahami manajemen bencana. 

 

"Kita memahami bagaimana mencegah, memitigasi, kesiapsiagaan sampai ke tahap-tahap pemulihan," jelasnya.

 

Ia menambahkan, dengan program peningkatan kapasitas yang berkala, nantinya sahabat-sahabat LPBINU tentu akan mendapatkan kemampuan yang lebih profesional tidak hanya dalam penanganan melainkan bisa mencegah dan pemulihan tidak hanya pada tanggap darurat. 

 

"Nantinya bisa meningkatkan kemampuan dan bisa bermanfaat lebih dari apa yang selama ini dilakukan oleh sahabat-sahabat relawan LPBINU Ponorogo," pungkasnya. 

 

 

Editor : Risma Savhira


Matraman Terbaru