• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 2 Oktober 2022

Matraman

Rektor Unisma: Kelebihan Santri Mampu Selesaikan Masalah Masyarakat

Rektor Unisma: Kelebihan Santri Mampu Selesaikan Masalah Masyarakat
Maskuri Bakri saat menjadi narasumber di Pesantren Seblak, Diwek, Jombang. (Foto: NOJ/ISt)
Maskuri Bakri saat menjadi narasumber di Pesantren Seblak, Diwek, Jombang. (Foto: NOJ/ISt)

Jombang, NU Online Jatim
Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak, Diwek, Jombang menggelar seminar motivasi, Ahad (09/01/2022). Kegiatan ini bertema Menjadi Santri Unggul dalam Berprestasi dan Berakhlaqul Karimah
 

Hadir sebagai narasumber pada kegiatan yang dipusatkan di masjid pesantren setempat tersebut yakni Maskuri Bakri, Rektor Universitas Islam Malang (Unisma). Acara diikuti seluruh santri putra dan putri. 
 

Maskuri lebih banyak menceritakan kisah suksesnya mulai awal hingga yang diraih saat ini. Itu semua bermula dari setelah tamat dari jenjang madrasah tsanawiyah. Lalu melanjutkan ke jenjang aliyah di Pondok Seblak. 
 

“Hingga berlanjut sampai ke jenjang perguruan tinggi dengan berbagai beasiswa yang saya raih. Termasuk kesempatan short course ke Kanada, Belanda dan Australia,” katanya. 
 

Kini, lebih dari 38 judul buku sudah dihasilkan sebagai karyanya. Itu belum ditambah dengan enam ensiklopedi. Termasuk berbagai artikel jurnal sebagai hasil penelitian yang sudah dilakukan. Berbagai jabatan pun disandang. Mulai dari di internal kampus sampai di level nasional.
 

“Terbaru, saya terpilih menjadi Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia,” katanya disambut aplaus hadirin. 
 

Guru besar di bidang pendidikan ini memaparkan bahwa sebagai seorang santri, dirinya tentu melewati masa-masa seperti para santri lainnya. 
 

“Dulu saya saat masih mondok di sini juga makan dengan lauk hanya tahu tempe dan sayur lodeh buah nangka muda,” ujarnya.
 

Selain keseriusan santri, lanjutnya, apa yang diraih sekarang adalah buah dari keridhaan para guru. “Makanya, para santri jangan sampai menyakiti hati guru,” imbuhnya. 
 

Di samping itu, katanya, santri juga harus membangun hubungan yang baik dengan sesama teman. “Anggap semua lingkungan sekitarmu itu penting,” pesannya. 
 

Dirinya berharap, santri milenial bisa menghasilkan karya sebagai monumen dalam hidupnya. “Berkarya sebagai jejak langkah, di tengah momentum mencari ilmu, itu penting,” ucapnya. 
 

Hal ini karena keunggulan santri tidak sekadar kompetitif. Tapi juga komparatif dengan bimbingan guru terkait akhlakul karimah. “Ini modal yang sangat berharga,” paparnya.
 

Dengan demikian, kehadiran santri akan menjadi solutif. Menyelesaikan masalah yang ada di tengah masyarakat. “Tidak justru menambah masalah baru,” ujarnya. 
 

Itu semua, lanjutnya, ditentukan oleh kualitas kerja. Sehingga santri sudah sepantasnya mengembangkan karakter ikhlas, jujur, tanggung jawab dan disiplin. “Di sinilah kunci pengabdian santri bagi agama dan bangsanya,” pungkas dia.


 


Matraman Terbaru